Bandar Lampung (PeNa)-Tinggi gunung seribu janji, sepenggal lirik lagu yang pantas menjadi analogi yang menggambarkan kondisi pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).
Janji Bupati Lamtim (Non aktif) Chusnunia Chalim pada Pilkada Lamtim lalu yakni “Pelayanan kesehatan harus sampai pedesaan seluruh Lampung, dengan mendorong petugas puskesmas masuk desa dan mengaktifkan kembali posyandu” alhasil masih sebatas retorika juga jauh panggang dari api.
Adanya kasus Gizi Buruk (Gizbur) di Lamtim pada 2016 -2017 hingga mencapai 14 kasus dan sukses menempati peringkat kedua di bawah Kabupaten Lampung Tengah otomatis membuktikan jika Wanita yang akrab di sapa Nunik masih belum mampu memenuhi ekspektasi publik dan cenderung mengkhianati mandat masyarakat Bumi Tuah Bepadan dengan memuaskan syahwat politik dalam kontestasi Pilgub sebagai Calon Wakil Gubernur Arinal Djunaidi.
Diketahui, Pada Rakerkesda Rakerkesda Provinsi Lampung Tahun 2018, 3 April lalu, Siswantoro dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) RI memaparkan kasus gizi bruk yang terjadi di Lamtim justru mengalami peningkatan meski yang tertinggi terjadi di Lampung Utara.
“Dari data Litbangkes RI, jumlah kasus gizi buruk tahun 2016-2017 di Lampung Timur, naik menjadi 14 kasus, dan tertinggi di Lampung Utara,” kata Siswantoro.
Dia menjelaskan, kondisi gizi buruk menggambarkan wilayah tersebut mengalami gangguan gizi akut yang bisa disebabkan karena kurangnya asupan, pola asuh, dan adanya penyakit infeksi.
Hal hal diatas disebut faktor spesifik, selain itu ada faktor sensitif yang menyebabkan gizi buruk tersebut. Mulai dari akses terhadap air bersih, penggunaan jamban sehat, dan lain sebagainya.
Seyogyanya, Bupati Lampung Timur, Nunik, telah menggalakan, Jumat Sehat. Tujuannya, setiap petugas kesehatan di puskesmas turun ke desa memeriksa warga secara rutin lewat pertemuan-pertemuan posyandu rutin sebulan sekali.
Seharusnya kegiatan pemantauan tumbuh kembang, Jumat Sehat dan Puskesmas Keliling dapat mendeteksi hal hal ini dan menurunkan kasus gizi buruk di wilayahnya.
Sementara itu, Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Anung Sugihartono, dalam kegiatan yang sama, juga mengungkapkan, dalam penemuan kasus Tuberculosis (Tbc) yang merupakan penyakit menular dan umum, serta dalam banyak kasus bersifat mematikan. Kabupaten Lampung Timur, menempati urutan ke-4 terendah di Provinsi Lampung.
Padahal terobosan jumat sehat dan puskesmas keliling tersebut sudah bagus ditambah lagi adanya program posyandu namun kurang dimanfaatkan secara maksimal. Dan yang harus diketahui, Tbc merupakan masalah yang merupakan komitmen bersama dan harus diselesaikan.






