Operasi Keselamatan 2026 Digelar di Bandar Lampung, ETLE Mobile Mulai Digunakan

BANDAR LAMPUNG – (PeNa), Satlantas Polresta Bandar Lampung menggelar Operasi Keselamatan 2026 pada 2–15 Februari dengan fokus edukasi tertib lalu lintas serta penindakan pelanggaran kasat mata memakai ETLE Mobile Handheld.

Operasi ini menyasar pelanggaran dasar keselamatan berkendara yang masih kerap terjadi di jalan perkotaan, mulai dari pengendara tanpa helm hingga penggunaan pelat nomor dan knalpot tidak sesuai spesifikasi.

Bacaan Lainnya

Menjelaskan tujuan utama operasi, Kasatlantas Polresta Bandar Lampung AKP R. Manggala Agung menekankan pentingnya pendekatan edukatif kepada masyarakat. “Operasi ini kami isi dengan sosialisasi agar pengendara memahami pentingnya kamseltibcarlantas,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (3/2/2026).

Ia menyebut upaya edukasi dilakukan langsung di lapangan agar pesan keselamatan lebih mudah diterima pengendara yang beraktivitas di jalan. “Kami ingin masyarakat lebih tertib, sadar, dan patuh terhadap aturan lalu lintas,” kata Manggala.

ETLE Mobile Handheld Mulai Menjangkau Pelanggaran Kasat Mata

Di sisi penindakan, kepolisian mulai menerapkan perangkat elektronik bergerak untuk menjaring pelanggaran yang terlihat langsung di jalan raya, seiring meningkatnya penggunaan sistem tilang elektronik nasional.

Manggala menjelaskan mekanisme kerja ETLE Mobile Handheld yang mulai dioperasionalkan petugas di lapangan. “Pelanggaran kami tangkap melalui ponsel petugas, lalu dikirim sebagai konfirmasi kepada pelanggar untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain penindakan, polisi juga memberi penghargaan sederhana kepada pengendara tertib untuk mendorong budaya patuh berlalu lintas di ruang publik perkotaan. “Kami memberi apresiasi berupa cokelat dan helm bagi pengendara yang taat aturan,” kata Manggala.

Kasatlantas mengingatkan bahwa pelanggaran kecil kerap menjadi awal kecelakaan serius yang merugikan banyak pihak di jalan raya. “Kecelakaan berawal dari pelanggaran, makin tertib, makin tinggi keselamatan dan fatalitas bisa ditekan,” tegasnya.

Salah satu pengendara, Nila Khoirunnisa, menilai operasi ini mengingatkan pentingnya kelengkapan berkendara di tengah mobilitas kota yang padat. “Kalau nggak ada surat-surat, mending di rumah aja, daripada ditilang polisi,” ujarnya.

Nila berharap razia edukatif membuat pengendara lebih disiplin tanpa harus menunggu ada operasi. “Sebelum ada operasi pun saya selalu bawa kelengkapan, biar di jalan lebih aman,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *