Pesisir Barat – (PeNa), Pagi di Markas Yon TP 944/RSC, Lampung Barat, tak berjalan biasa. Helikopter yang membawa Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mendarat sekitar pukul 08.10 WIB, Rabu (19/3/2026), langsung disusul rangkaian pengecekan di lapangan.
Bukan sekadar kunjungan, Pangdam langsung bergerak meninjau kondisi satuan. Ia menerima laporan situasi dari jajaran dan Forkopimda, lalu berkeliling markas untuk melihat langsung kesiapan prajurit—mulai dari personel hingga dukungan operasional.
Sorotan utama tertuju pada kesiapan pasukan dalam menjaga stabilitas wilayah. Pangdam tak ingin ada celah, terutama di tengah dinamika keamanan yang terus bergerak.
Di hadapan prajurit, arahan disampaikan lugas. Disiplin, kesiapsiagaan, dan kedekatan dengan masyarakat menjadi penekanan utama. Sejumlah prajurit juga menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian terhadap moril pasukan di lapangan.
Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan yang ikut mendampingi menilai kehadiran Pangdam memberi tekanan positif bagi penguatan keamanan daerah.
“Yang kami lihat hari ini bukan seremoni, tapi pengecekan langsung kesiapan pasukan. Ini penting untuk memastikan daerah tetap aman,” kata Dedi.
Ia menegaskan stabilitas keamanan menjadi kunci utama agar aktivitas masyarakat dan pembangunan tidak terganggu.
“Kalau situasi kondusif, roda ekonomi dan pembangunan bisa jalan. Itu yang terus kami jaga bersama TNI,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam XXI/Raden Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menekankan prajurit harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan di lapangan.
“Kesiapan itu tidak bisa ditawar. Prajurit harus peka terhadap situasi dan cepat merespons setiap perkembangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai bagian dari kekuatan utama TNI.
“Kehadiran prajurit harus dirasakan masyarakat. Itu yang membuat keamanan bisa terjaga secara nyata,” tambahnya.
Usai rangkaian pengecekan, Pangdam melanjutkan agenda berikutnya. Namun pesan yang ditinggalkan jelas—kesiapan pasukan dan soliditas dengan pemerintah daerah jadi kunci menjaga Lampung tetap kondusif.






