PESAWARAN-(PeNa), Inovasi dan peningkatan pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Pesawaran terus meningkat, baik secara teknologi maupun pelayanan prima oleh jajaran setempat.
Demikian dikemukakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa kepada pelitanusantara.co.id diruang kerjanya, Selasa (10/04).
“Sesuai arahan Pak Bupati, dalam melayani masyarakar harus dengan baik cepat dan tepat. Untuk itu, kita tingkatkan teknologi menggunakan sistem barcode dalam melakukan percetakkan adminduk agar lebih cepat dan aman. Sementara ini, baru pada pembuatan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran, ” kata Ketut sambil memperlihatkan peralatannya.
Menurutnya, pelayanan tersebut sudah dilangsungkan pada tanggal 06 Maret 2019 lalu. Hal ini juga sebagai tindaklanjut dari hasil Rapat koordinasi Nasional Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) di Makassar pada bulan Februari 2019 lalu.

“Untuk April sudah hampir seluruh nya menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE) sebagai implementasi hasil rakornas dukcapil se-Indonesia di Makassar bulan Februari lalu. Sebelumnya hanya enam kabupaten kota termasuk Kabupaten Pesawaran, tapi sekarang sudah hampir seluruhnya, ” ujar Ketut yang juga menjabat Koordinator Disdukcapil Provinsi Lampung.
Turunan ningrat dari salah satu kerajaan Bali tersebut menerangkan bahwa pada Rakornas juga dilakukan kerjasama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
“Hasil rakornas, seluruh kepala dinas dukcapil langsung membuat spessiment dan password secara elektronik dengan Badan Intelijen Negara dan dipandu Direktorat Dukcapil Kemendagri, ” terang dia.
Terkait jumlah warga Kabupaten Pesawaran yang sudah dan belum dilakukan perekaman KTP elektronik, Ketut menjelaskan bahwa hampir seluruhnya sudah terselesaikan dengan baik.
“Sesuai data, untuk persentase perekaman dan distribusi KTP -El Kabupaten Pesawaran per dua April 2019 jumlah wajib KTP 315.398 dan hasil rekam KTP El 312.441 maka jika dipresentasikan sekitar 99,06 persen sudah selesai dilayani, ” jelas dia.

Ditegaskan, KTP elektronik seluruhnya yang sudah dicetak 311.825 keping dan jika dipresentasikan maka 99,80 persen terlayani.
“Tinggal sedikit, itupun karena yang bersangkutan tidak diwilayah Kabupaten Pesawaran serta usianya belum cukup untuk dibuatkan KTP. Sisa 616 orang merupakan yang belum masuk usia 17 tahun dengan yang sudah tapi keberadaan orangnya diluar Kabupaten Pesawaran, ” tegas dia.
Untuk diketahui, pembuatan KK dan Akta Kelahiran dengan menggunakan sistem barcode dimaksudkan untuk mempercepat pelayanan dan meminimalisir adanya cetakkan adminduk asli tapi palsu. PeNa-spt.






