Pengaspalan Brabasan-Wiralaga ‘Tiket’ PT SBR Masuk Daftar Hitam

Mesuji (PeNa)- Pengerjaan pembangunan jalan Brabasan-Wiralaga oleh PT.Sang Bima Ratu yang diduga tidak memenuhi standar ketebalan aspal Binder (AC-BC) dinilai publik sebagai upaya sengaja yang dilakukan rekanan dalam mengurangi kuantitas dan kualitas barang dan jasa sebagaimana yang tertulis Surat Perjanjian Kontrak (SPK).

“ Dalam setiap pengadaan barang dan jasa senantiasa diikuti SPK yang didalamnya memuat spesifikasi barang yang akan dikerjakan/diserahkan dan hal itu juga berlaku pada pengerjaan jalan Brabasan-Wiralaga jadi PT SBR harus mengerjakan sesuai apa yang diperjanjikan di dalam SPK,”kata Pengamat hukum Unila, Yusdianto saat di konfirmasi melalui sambungan telepon,Kamis (25/10).

Yusdianto menambahkan, adanya dugaan pengerjaan jalan Brabasan Wiralaga yang tidak sesuai dengan standar ketebalan aspal binder yakni 6 centimeter alhasil membuktikan adanya pengurangan kuantitas dan kualitas dan kuat dugaan hal itu dilakukan oleh rekanan.

“Dalam kontrak selalu diatur tentang kuantitas dan kualitas barang dan jasa yang diperjanjikan, sehingga setiap usaha untuk mengurangi kuantitas atau kualitas barang dan jasa adalah tindak pidana,”tegas Kandidat Doktor Universitas Padjajaran (Unpad).

Pengurangan kuantitas dan kualitas ini seringkali dilakukan bersamaan dengan pemalsuan dokumen berita acara serah terima barang, dimana penyerahan barang diikuti berita acara yang menyatakan bahwa penyerahan barang telah dilakukan sesuai dengan kontrak.

“Perbuatan curang yang dilakukan adalah pemborong misalnya melakukan pembangunan suatu bangunan tidak sesuai atau menyalahi dokumen kontrak, bahan bangunan yang dipesan/dibeli darinya tidak sesuai dengan yang diperjanjikan dan rekanan.

Diberitakan sebelumnya pengerjaan pembangunan jalan ruas Brabasan-Wiralaga oleh PT Sang Bima Ratu sebagai pelaksana pekerjaan dari PT Amarta Karya sebagai pemenang tender disinyalir asal jadi dan kuat dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diatur dalam surat perintah kerja.

Dari pantauan terungkap jika aspal yang dihampar diduga tidak memenuhi standar spesifikasi ketebalan Aspal Binder (AC-BC) yang semestinya mencapai 6 centimeter, kondisi yang terjadi disinyalir hampir setiap  titik pengaspalan yang dilakukan tidak mencapai standar ketebalan aspal AC-BC.

Semestinya meski dilalui kendaraan berat melebihi tonase sekalipun, jalan yang telah di lakukan pengaspalan dengan memenuhi standar Aspal Binder tidak akan mengalami kerusakan parah.

Sementara pelaksana pekerjaan PT Sang Bima Ratu (SBR), Agus Herdiana saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membatan jika pengerjaan itu tidak memenuhi standar.

“ Silahkan langsung cros check di lapangan dimana yang tidak sesuai dan soal aspal binder kami juga minta diberitahukan dimana saja yang masih kurang,”jelas Agus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (14/10).

Diberitakan sebelumnya, Target   jalan mantap 80 persen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Kabupaten Mesuji  diprediksi tidak akan berjalan sesuai harapan, pasalnya  pengerjaan pembangunan jalan ruas Brabasan-Wiralaga oleh PT Sang Bima Ratu sebagai pelaksana pekerjaan dari PT Amarta Karya sebagai pemenang tender disinyalir asal jadi dan kuat dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diatur dalam surat perintah kerja.

Dari pantauan dibeberapa  titik , pembangunan yang baru dikerjakan beberapa bulan lalu itu sudah mengalami kerusakan, alhasil sentimen negatif  yang mengemuka alokasi dana Rp 140 miliar dari pinjaman PT.SMI cenderung mubazir jika melihat kualitas pekerjaan.

Sejumlah kalangan Bumi Serasan Segawe menyesalkan kinerja pelaksana proyek dari PT.SBR  Agus Herdiana yang melakukan pembiaran terhadap sejumlah pekerja  yang tidak memperhatikan tingkat ketebalan aspal pengaspal alhasil jumlah kerusakan semakin bertambah dengan bebasnya kendaraan jenis Truck/Fuso yang melintasi ruas jalan Brabasan-Wiralaga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *