Pentas Budaya Kodam XXI/ Radin Inten Satukan Seni dan Solidaritas Kemanusiaan

Bandar Lampung – (PeNa), Pentas Seni dan Budaya Kodam XXI/Radin Inten tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang kepedulian sosial. Kegiatan ini menjadi sarana penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan, kedekatan TNI dengan rakyat tidak dibangun lewat simbol semata, melainkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya menjadi medium efektif untuk merawat kebersamaan sekaligus menggerakkan empati sosial.

“TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat. Kekuatan kami lahir dari dukungan, kebersamaan, dan kepercayaan masyarakat,” kata Kristomei.

Ia menjelaskan, pentas seni ini dirancang bukan hanya untuk menampilkan kreativitas, tetapi juga sebagai ruang pertemuan emosional antara prajurit dan masyarakat. Dari kebersamaan itulah, kata dia, nilai persaudaraan dan solidaritas sosial tumbuh secara alami.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan TNI dan rakyat bukan slogan. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan emosional itu terus terjaga dan semakin kuat,” ujarnya.

Kristomei juga menyoroti kuatnya nilai budaya Lampung yang sejalan dengan jati diri prajurit TNI. Nilai piil pesenggiri, nemui nyimah, nengah nyappur, hingga sakai sambayan disebutnya sebagai fondasi sosial yang relevan dalam menjaga persatuan bangsa.

“Kearifan lokal Lampung mengajarkan kehormatan, kebersamaan, dan gotong royong. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat prajurit TNI dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangdam menekankan bahwa penggalangan dana kemanusiaan dalam kegiatan ini merupakan wujud konkret empati terhadap saudara sebangsa yang tengah dilanda musibah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat sesuai kemampuan masing-masing.

“Musibah bencana mengetuk nurani kita semua. Bantuan yang terkumpul diharapkan bisa meringankan beban para korban dan menjadi wujud nyata solidaritas anak bangsa,” pungkas Kristomei.

Selain menggalang bantuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *