TANGERANG – (PeNa), InJourney Aviation Services (IAS) membuka Posko Gabungan Nasional (POSGABNAS) untuk mengawal operasional penerbangan selama mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Posko ini menjadi pusat koordinasi layanan bandara nasional.
Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya meresmikan POSGABNAS di Grand Anara Airport Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Sejumlah pejabat sektor aviasi nasional turut hadir dalam pembukaan pusat koordinasi tersebut.
POSGABNAS IAS akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini aktif di empat regional operasional utama, yakni Bandara Kualanamu, Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, dan Hasanuddin.
Pusat Kendali Operasional dan Layanan Bandara
IAS memanfaatkan POSGABNAS untuk memantau aktivitas operasional bandara secara real time. Sistem digital terintegrasi mengawasi pergerakan penerbangan, pelayanan penumpang, penanganan bagasi, hingga aktivitas kargo di berbagai bandara.
Pemantauan itu terhubung dengan sejumlah sistem digital seperti Manajemen Operasi Traffic, Cargo Integrated System, Gapura Integrated System, serta Baggage Delivery Time. Integrasi ini mempercepat respons operasional selama periode puncak perjalanan Lebaran.
POSGABNAS juga berfungsi sebagai pusat komunikasi dan crisis center. Posko ini memudahkan koordinasi antar-stakeholder jika muncul situasi darurat atau gangguan operasional yang membutuhkan penanganan terpadu.
Direktur Operasi IAS Danny Thaharsyah menegaskan perusahaan terus meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan pengguna jasa penerbangan. IAS fokus menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kualitas layanan bagi penumpang di seluruh bandara.
“Fokus kami tidak hanya pada kesiapan fasilitas dan operasional bandara, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman pelayanan terbaik bagi pelanggan selama perjalanan udara,” kata Danny.
IAS juga memperkuat kualitas layanan melalui peningkatan fasilitas, perbaikan proses operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Seluruh petugas layanan disiagakan untuk memastikan pelayanan tetap optimal selama periode angkutan Lebaran.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Yudi Rizkyardi Darun menyebut holding aviasi nasional itu telah menyiapkan berbagai langkah strategis.
“InJourney memastikan kesiapan operasional bandara melalui penguatan koordinasi posko, kesiapan fasilitas, optimalisasi personel, hingga penegakan prosedur layanan,” ujarnya.
Ia menilai momentum Ramadan dan Lebaran tidak hanya mendorong arus mudik, tetapi juga menggerakkan sektor wisata domestik. InJourney memproyeksikan okupansi hotel dalam ekosistemnya mencapai sekitar 63 persen.
Selain itu, kunjungan ke destinasi wisata yang dikelola InJourney diperkirakan meningkat sekitar 15 persen selama libur Lebaran 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebijakan kerja fleksibel dari pemerintah. (Rls SMSI)






