PESAWARAN-(PeNa), Satu langkah kecil untuk kepedulian yang besar dilakukan PWI Pesawaran, yakni menyantuni keluarga kurang mampu penyandang tuna netra Sri Rujito (48) di Dusun V Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (13/12).
Ketua PWI Pesawaran Erdanizar datang bersama jajaran untuk menyerahkan bantuan berupa sembako kepada keluarga tersebut. “Semoga dengan bantuan yang kami berikan, berupa sembako dan uang santunan dapat meringankan kebutuhannya sehari hari, hal itu sesuai dengan moto kami Satu Langkah Kecil Untuk Kepedulian Yang Besar, ” kata dia.
Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian PWI Pesawaran kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Pesawaran yang kurang mampu.
“Kami meminta kepada pemerintah agar lebih memperhatikan, masyarakat-masyarakat yang taraf hidupnya masih dibawah garis kemiskinan, khususnya yang ada di Bumi Andan Jejama. Ini juga tanggungjawab kita semua untuk saling berbagi, ” ujar dia.
Selaku jurnalis, ia merasa tergugah melihat kehidupan Sri Rujito bersama istri Sarmi (49) dan ketiga anaknya Andreanto (14) yang saat ini putus sekolah, Arif Eko Nugrogo (8) dan Triadianto (6) yang masih hidup dalam hidup kekurangan.
Menyikapi kepedulian rombongan PWI Pesawaran, selain mengucapkan terima kasihnya, Kepala Desa Bogorejo Herman juga mengaku sudah menyalurkan berbagai bantuan yang di keluarkan oleh pemerintah baik dari pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten kepada keluarga Sri Rujito.
“Dari desa, kami sudah menyalurkan berbagai bantuan. Baik Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra) dan masih banyak yang lain, ” kata Herman.
Selaku kepala keluarga, Sri Rujito berharap kepada pemerintah setempat agar dapat merehab rumahnya yang saat ini masih terbuat dari Geribik dan kondisi nya sangat tidak layak huni.

“Dulu pada tahun 2009 pernah ada dari pemda datang dan poto-poto rumah saya, namun ya sampai dengan akhir tahun 2018 belum ada realisasinya, saya sangat berharap pemerintah Kabupaten Pesawaran agar dapat memperbaiki rumah saya, supaya ketika hujan tidak bocor sehingga bisa lebih khusuk saat menunaikan ibadah, ” ungkap dia. PeNa-spt.






