Rakor Se-Kabupaten Pesawaran, 16 Kepala Desa Mangkir Tidak Hadir

P E S A W A R A N – (PeNa), Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran menggelar rapat koordinasi (rakor) semester pertama kepala desa se-kabupaten, sayangnya 16 kepala desa mangkir tidak hadir tanpa alasan jelas.

Kepala Desa (Kades) yang tidak hadir tersebut adalah dari Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan, Desa Paguyuban Kecamatan Way Lima, Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh, Desa Kalirejo Kecamatan Way Ratai.

Kemudian dari Kecamatan Punduh Pidada adalah Desa Banding Agung, Desa Bawang, Desa Bangun Rejo dan Desa Pagar Jaya. Lalu, Kecamatan Tegineneng adalah Desa Panca Bakti, Desa Rejo agung dan Desa Sinar Jati.

Dan, Kecamatan Way Khilau adalah Desa Bayas Jaya, Desa Gunung Sari. Kecamatan Kedondong adalah Desa Sinar Harapan, Desa Way Kepayang, Desa Sukamaju. Untuk diketahui, dari 144 Desa, telah hadir 128 Kepala Desa, dua diantaranya diwakilkan dan 16 lainnya belum hadir sampai saat ini.

Dalam Rapat Koordinasi Kepala Desa Se – Kabupaten Pesawaran Semester 1, Bupati Pesawaran berharap Kepala Desa dapat lebih berinovasi dalam membangun daerah setempat untuk membuka mata perangkat daerah agar lebih berinovasi dan beradaptasi pada era Digital saat ini.

“Nanti akan ada materi yang disampaikan oleh Direktur Cyber Academy terkait Digitalisasi, maka dari itu diharapkan para kades menyimak dan memahami ilmu yang diberikan agar dapat direalisasikan di desa masing-masing,” kata dia, ketika memberi sambutan dikegiatan tersebut di Aula Pemda setempat, Rabu (28/07/2022).

Menurutnya, pada rakor kali ini selain di isi dengan pembahasan internal namun juga akan ada materi dari BNN, Bank Lampung, dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena kita mau mencetak SDM yang unggul, jadi materi yang disampaikan harus sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.

“Mulai dari pencegahan terkait Narkoba, Bantuan pinjaman untuk masyarakat, sampai ke kesehatan juga nanti akan ada,” jelasnya.

Melengkapinya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung Brigjen Pol Edi Swasono dalam kesempatan ini akan membawakan materi “War on Drugs” Menuju Provinsi Lampung Zero Prevalensi 2027.

“Jadi masing-masing kepala desa akan diberikan pemahaman tentang dampak buruk bahaya narkoba serta upaya pencegahan sehingga masyarakat desanya dapat mewaspadai penyalahgunaan narkoba, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar,” kata dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *