Respon Cepat, Polisi Buru Pelaku Pembacokan Oknum Wartawan

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Merespon dengan cepat, petugas reserse dan kriminal (reskrim) Polsek Padang Cermin Polres Pesawaran Polda Lampung langsung melakukan penyelidikan dilokasi kejadian atas perkara dugaan pembacokan pada korban atas nama Faisal (38) warga Desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan oleh pelaku yang masih diburu.

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan bahwa setelah jajaran menerima laporan dari korban atas dugaan penganiayaan dengan kekerasan yang terjadi di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna meminta keterangan sejumlah saksi.

“Setelah menerima laporan dari korban, kita langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP dan meminta keterangan beberapa warga yang dianggap mengetahui kejadian yang dimaksud, ” kata dia, Senin (05/12/2022).

Ia menerangkan, bahwa kepada penyidik, korban mengaku tidak mengenal pelaku sehingga dibutuhkan sejumlah keterangan dari orang yang berada dilokasi kejadian. Diharapkan, setelah meminta keterangan saksi di TKP dapat membantu mempercepat mengamankan pelaku tersebut.

“Ya, petugas masih dilapangan guna mencari terduga pelaku yang dimaksud. Untuk identitas pelaku sudah didapat, hanya belum bisa disampaikan ke publik agar tidak mengganggu proses penyelidikan oleh petugas, ” terang dia.

AKBP Pratomo Widodo juga menghimbau kepada seluruh rekan media yang melaksanakan tugas jurnalistik dilapangan agar lebih hati-hati dan tetap berpedoman pada kaidah etik jurnalistik yang berlaku sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap rekan-rekan media untuk lebih berhati-hati manakala melaksanakan tugas dilapangan, hindari kontak fisik secara langsung dan tetap berpegang teguh pada kaidah jurnalistik sehingga dapat saling menghormati dengan nara sumber, ” tutur dia.

Ditegaskan, kebebasan pers tetap pada koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang telah ditentukan sehingga dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis lebih maksimal sebagai kontrol sosial ditengah masyarakat yang sangat majemuk.

“Pers sebagai pilar ke-empat dalam berdemokrasi memiliki andil cukup besar dalam berbangsa dan bernegara, untuk itu pers memiliki undang-undang sendiri. Nah, kalau semua pihak memahami hal tersebut tentunya tidak akan terjadi kekerasan terhadap jurnalis. Semoga kedepan tidak terulang kejadian tersebut, ” tegas dia.

Apapun alasannya, kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat dilakukan. Dan, menghalangi tugas pers saat melakukan peliputan tentunya juga tidak dibenarkan.

Korban Faisal sendiri telah dilakuan penanganan secara medis guna diobati luka-luka pada tangan dan kepalanya. Dan,untuk diketahui, korban Faisal merupakan oknum wartawan dari salah satu media yang saat kejadian mengaku baru akan melakukan konfirmasi terkait keberadaan pengolahan tambang emas yang diduga illegal.

” Ceritanya saya mau konfirmasi karena ada pengolahan emas, Nah saat saya mau konfirmasi saya tanya siapa yang punya pengolahan emas itu, orang itu bilang dia yang punya, terus bilang kamu ngambil foto ya? Belum sempat saya jawab orang itu langsung mukul saya pakai kayu. Setelah itu, orang itu langsong ngebacok saya dan saya langsung lari,” kata Faisal.

Faisal mengaku tidak tahu identitas orang yang membacok dirinya, namun pelaku tersebut mengaku pemilik pengolahan emas yang diduga illegal yang ada di Desa Mulyasari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran.

“Saya enggak kenal sama orang yang membacok saya itu, Tapi waktu saya konfirmasi, orang itu ngaku dia punya pengolahan emas illegal yang ada di dekat lokasi saya dibacok, Dan saya sudah laporan ke Polsek Padang Cermin dan sekarang mau buat laporan ke Polres Pesawaran masih dalam perjalanan,” ujar dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.