PESAWARAN-(PeNa), Seorang anggota satuan pengaman (satpam) ditemukan tewas di tempat kerjanya di PT Gremer Desa Lumbir Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Sabtu (09/11/2019) sekitar pukul 06.15WIB.
Satpam tersebut atas nama Jumain (85) warga Dusun Puji Waluyo Desa Tresno Maju Kecamatan Negeri Katon. Ia ditemukan dengan posisi telungkup oleh rekan kerjanya.
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro membenarkan soal penemuan anggota satpam yang ditemukan telah meninggal di PT Gremer Kabupaten Pesawaran.
“Ya, sekitar pukul 06.15 WIB di PT Gremer Desa Lumbirejo Kecamatan Negeri Katon Kabupatem Pesawaran telah ditemukan seorang Laki-laki telah meninggal dunia dengan posisi tengkurep di tempat kerja didekat mesin pemotong marmer,” kata dia.
Popon juga menjelaskan, dari keterangan beberapa saksi yang telah dimintai keterangannya bahwa korban ditemukan telah meninggal dunia setelah berpamitan akan membuat minuman teh hangat.
“Menurut keterangan saksi, Pak Sarjono yang bekerja sebagai operator jenset dan Pak Saibani selaku satpam bahwa korban pada pukul 04.30 WIB sedang membuat air teh hangat hingga jam 06.00 WIB korban tidak keluar ruangan sehingga saksi mencari korban ketempat kerja dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap sekitar jam 06.15 WIB,” jelas dia.
Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan awal dengan berkoordinasi dengan Puskesmas Roworejo. Hasilnya, pada tubuh korban tidak ditemukan luka ataupun bekas penganiayaan yang diduga sebagai penyebab meninggalnya korban.
“Menurut keterangan kepala Puskesmas Roworejo Ibu Eni Widiawati yang melakukan pemeriksaan pada jam 09.00 WIB, korban sudah dalam keadaan kaku dan di perkirakan sudah meninggal dunia sekitar empat jam lebih dan tidak ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul maupun tajam, ” ujar dia.
Hasil keterangan sementara dari saksi keluarga korban, bahwa yang bersangkutan diketahui telah mengeluhkan sakit dibagian perutnya.
“Menurut keterangan keluarga korban, saudara Selamet Paryanto yang merupakan anak kandung korban dan keterangan saudara Rahayu Santoso selaku keponakan korban, memang sudah beberapa hari ini mengeluh sakit perut. Dan, di TKP ditemukan obat mag (Antasida Doen) didalam saku celana korban,” tutur dia.
Mengingat, keluarga korban tidak bersedia dilakukan otopsi dan telah menyadari bahwa kejadian tersebut adalah musibah maka kepolisian tidak mengungkapnya.
“Keluarga korban tidak mau dilakukan otopsi, kemudian membuat surat peryataan dari pihak keluarga bahwa menolak untuk dilakukan otopsi. Namun demikian, kita sudah mengantongi hasil visum et repertum dari Puskesmas Roworejo. Untuk korban sendiri sudah dimakamkan pihak keluarganya di TPU Desa Tresno Maju sekitar pukul 11.30WIB,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






