Secangkir Kopi, Sejuta Kepedulian: Polisi Bakauheni Menyapa Penumpang dengan Hati

BAKAUHENI – (PeNa), Di tengah hiruk pikuk dermaga Pelabuhan Bakauheni, secangkir kopi hangat menjadi jembatan keakraban antara polisi dan masyarakat. Sabtu (27/12/2025), Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdo Elfianto menyapa penumpang kapal dengan cara tak biasa: berkeliling membagikan kopi dan camilan gratis menggunakan sepeda listrik yang dimodifikasi dengan gerobak.

Begitu sepeda listrik itu menepi di pinggir dermaga, puluhan penumpang spontan mendekat. Antrean kecil terbentuk, bukan karena kewajiban, melainkan rasa hangat yang ditawarkan dari sebuah sapaan sederhana—ngopi bersama.

Bacaan Lainnya

Aksi bertajuk “Ngupi Pai Puakhi”, yang dalam bahasa Lampung berarti ngopi dulu, saudara, langsung menuai respons positif. Salah seorang penumpang asal Lampung yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Khofifa (48), mengaku terkesan dengan pendekatan humanis tersebut.

“Unik banget ya, Pak, caranya. Baru kali ini lihat bapak kapolsek keliling menawarkan kopi dan snack gratis pakai sepeda listrik. Terima kasih ya, Pak, kopinya. Semoga sehat selalu,” ujar Khofifa dengan senyum.

Tak hanya masyarakat umum, aksi sederhana itu juga menarik perhatian publik figur. Musisi Andika Mahesa, yang dikenal dengan julukan Babang Tamvan, turut mengabadikan momen tersebut dan membagikannya melalui Instagram Story pribadinya saat AKP Ferdo tengah menyeduh kopi untuk penumpang.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Andika menyampaikan apresiasinya.

“Keren polisi,Kapolsek Pelabuhan Bakauheni ini. Sangat peduli dengan masyarakat dan mau berbaur lewat cara ngopi gratis,” ujarnya.

Ia bahkan berharap pendekatan seperti ini bisa terus dilakukan.

“Patut diacungi jempol Kapolsek yang seperti ini. Semoga terus melayani dan mengayomi masyarakat. Next kita ngopi bareng di pelabuhan. Saya senang dengan Kapolsek idaman masyarakat seperti ini,” lanjut Andika.

Kapolsek KSKP Bakauheni AKP Ferdo Elfianto, didampingi Kanit Intel Polsek KSKP Bakauheni Ipda Yuyut Panca, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif pribadinya sebagai bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.

“Semua penumpang kapal di sini adalah saudara kami. Polisi hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat,” kata Ferdo.

Ia menambahkan, konsep Ngupi Pai Puakhi sengaja dipilih sebagai identitas lokal yang merepresentasikan kehangatan budaya Lampung.
“Ini sejalan dengan semangat ‘Polri untuk Masyarakat’. Kami ingin masyarakat merasa aman, nyaman, dan dekat dengan polisi,” ujarnya.

Menurut Ferdo, kopi gratis itu akan terus dibagikan selama periode Natal dan Tahun Baru dengan menu yang disesuaikan selera penumpang.

“Kami menyediakan kopi panas, kopi dingin, serta camilan buatan masyarakat lokal seperti marning. Kami juga mengimbau penumpang agar berhati-hati selama perjalanan. Semoga perjalanan mereka lancar, aman, dan meninggalkan kesan yang baik,” tuturnya.

Di tengah padatnya arus penyeberangan akhir tahun, secangkir kopi sederhana itu menjadi simbol kehadiran negara yang ramah—hadir, menyapa, dan menghangatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *