Bandar Lampung (PeNa)-Strategi pencitraan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Lampung Mustafa dengan jargon Gubernurku dinilai publik provokatif dan bentuk gagal pahamnya Mustafa dan tim sukses dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Lampung terkait pemahaman arti kata Gubernur secara etimologi.
Selain itu dengan lebih dahulu memproklamirkan sebagai Gubernur, Mustafa secara tidak langsung tidak mengakui jabatan Bupati yang telah diperolehnya melalui amanah masyarakat Lamteng yang dimandatkan kepada Ketua DPW Nasdem Lampung itu.
Meski di hampir semua sudut Wilayah Lamteng terpampang Baleho Bupati Kece dan Bupati Ronda, Namun hal itu tak lebih dari upaya pencitraan yang sedang dibangun untuk meningkatkan elektabilitas menjelang Pilgub 2018 mendatang.
Dari Pantauan PeNa, di beberapa titik Kota Bandar Lampung sejumlah baleho yang terbilang baru memuat foto Presiden Jokowi dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan tagline jokowi Presidenku Nasdem Partai dan Mustafa Gubernurku.
Terlihat kontradikitif jika melihat tagline Jokowi Presidenku yang memang terpilih melalui proses pemilu dan sah secara hukum dibanding dengan tagline Mustafa Gubernurku sementara KPUD Lampung belum menetapkan Cagub yang akan mengikuti Pilgub mendatang.
Ketua bahu Nasdem Lampung, Wahrul fauzi Silalahi saat dikonfirmasi mengakui hal itu suatu bentuk kampanye dari Nasdem dalam upaya memenangkan Mustafa pada Pilgub 2018, terkait adanya foto jokowi, mantan direktur LBH Bandar Lampung menjelaskan jika partai besutan Surya Paloh itu merupakan partai pendukung saat Pilpres lalu.
“ Ya itu kan salah satu bentuk kampnye. Memang ada yang salah tah dengan Gubernurku, itu kan menjelaskan jika Mustafa adalah kita, ya sudah lah terserah saja saya lagi makan,”cetus Wahrul, Selasa (28/11).
Terpisah akademisi Universitas Lampung (Unila), Yusdianto menilai apa yang telah dilakukan tim sukses dari Nasdem rentan memicu konflik dan sangat provokatif, apalagi masa kampanye untuk Pilgub Lampung belum ditetapkan oleh KPU.
“Pertanyaannya apakah Mustafa sudah di daftarkan ke KPU sebagai Calon, kita berharap tim sukses dan partai pendukung atau pengusung hendaknya melakukan sosialisasi dan kampanye yang bermartabat jangan justru memberikan contoh yang justru provokatif,”kata Yusdianto.
Adanya tagline Jokowi Presidenku,sambungnya tidak menjadi persoalan mengingat mantan Walikota Solo itu sebagai pemenang Pilpres Pemilu lalu dan langkah Nasdem melakukan itu dinilainya sebagai bentuk pengakuan kepada Jokowi sebagai pemimpin negeri ini yang dipilih melalui kontestasi resmi dan diatur dalam Undang-undang.
“ Kalau jokowi, se-Indonesia pun tahu jika Ia memang Presiden yang sah, dan wajar jika Nasdem sebagai partai pendukung Jokowi memsang baleho dengan tagline tersebut. Nah kalau Mustafa Gubernurku kan itu sama saja Nasdem tidak mengakui Gubernur Lampung saat ini yang terpilih melalui Pilgub, apalagi Mustafa saat ini masih menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah, ini kan sama saja menciderai perasaan Lampung Tengah yang telah memilihnya sehingga menjadi Bupati namun justru Mustafa lebih bangga dengan sebutan Gubernurku,”ujarnya.
Diketahui, sebelumnya adanya Baleho Mustafa Gubernurku yang juga memuat Foto Presiden Jokowi, Nasdem Lampung terlebih dahulu hanya memasang foto Mustafa dengan tagline yang sama.
Sejak awal dipasangnya media pencitraan itu mengingat kata “Gubernur” menurut wikipedia Gubernur adalah jabatan politik di Indoensia dan Gubernur merupakan kepala daerah untuk wilayah Provinsi.Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari Gubernur salah satunya adalah kepala pemerintah tingkat provinsi; kepala pemerintahan daerah tingkat I.






