Bandar Lampung (PeNa)-Pernyaan Calon Gubernur (Cagub) nomor urut tiga Arinal Djunaidi yang menyebut pasangan nomor urut 1 dan 2 melupakan masalah Polhukam dalam program pembangunan yang diusung justru menjadi Bumerang.
Selama periode duet Ridho Bachtiar, Provinsi Lampung bahkan dijadikan rujukan pemerintah pusat dalam upaya penanganan konflik dan bahkan penghargaan atas upaya penanganan itu diraih tiga kali berturut-turut kurun waktu 2016-2018.
Pada debat kandidat ketiga yang dihelat KPU Lampung di Hotel Novotel, Jumat (11/5/2018) malam, Cagub Ridho justru menilai mantan Sekdaprov amnesia, dia mengatakan saat konflik SARA Balinuraga justru Arinal saat itu menjabat Asisten I.
““Cagub nomor urut 3 jangan amnesia sejarah. Ingat kasus SARA yang melibatkan ribuan massa di kasus Balinuraga. Kalau tidak salah, Cagub Arinal saat itu menjadi Asisten I,” kata Ridho menjawab pertanyaan tersebut.
Soal keamanan sambung Ridho, pihaknya menjadikan masalah itu skala prioritas sejak awal menjabat Bersama Bachtar Basri.






