PESAWARAN-(PeNa), Lamanya tidak turun hujan di Bumi Andan Jejama, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengajak masyarakat untuk menunaikan sholat istisqo atau sholat guna memohon turun hujan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri bersih desa yang dilakukan disetiap bulan Muharam atau tradisi jawa sering menyebut Syuran dengan menggelar wayang kulit semalaman suntuk di Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon, Sabtu (21/09/2019) malam.
“Menghadapi musim kemarau saat ini, saya minta kepada masyarakat untuk bisa menggelar shalat Istisqo, dan memohon kepada Allah Subkhanahu Wa Ta’ala untuk segera diturunkan hujan,” kata dia.
Ajakan tersebut juga sudah dilakukan dengan memberikan surat himbauan melalui selebaran disetiap kecamatan untuk kemudian direalisasikan melalui desa.
“Saya sudah membuat selebaran dan menginstruksikan kepada jajaran Camat untuk meminta setiap Desa menggelar shalat Istisqa,” ujar dia.
Akibat tidak turun hujan, dirasakan oleh para petani. Pasalnya, ladang dan areal persawahan tempatnya bergantung memenuhi kebutuhan hidupnya menjadi tersendat.
“Sekarang sudah mulai terasa, lahan pertanian dan perkebunan sudah mulai kering, masyarakat tentunya sangat merasakan terutama para petani kita, oleh karena itu kita minta sama Allah agar musim kemarau cepat berlalu,” tutur dia.
Kesulitan air bukan saja memiliki dampak kekeringan, melainkan dapat menimbulkan spot api dibeberapa wilayah baik itu dipemukiman maupun dipeladangan dan hutan.
“Ancaman saat musim kemarau ini bukan hanya sulitnya ketersediaan air, tapi juga kebakaran lahan, cuaca panas saat ini memang beresiko terjadinya kebakaran, maka dari itu masyarakat juga harus berhati-hati, jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membakar sampah didekat rumput-rumput yang kering, karena itu sangat rentan menimbulkan kebakaran, jangan karena hal kecil kita dan lingkungan sekitar jadi repot,” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






