Timses Arinal-Nunik Gagal Paham UU Perlindungan Anak

Lampung Selatan (PeNa)-Hadirnya penyanyi dangdut Via Vallen pada kampanye Pasangan Calon (Paslon) Nomor urut tiga (3) Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim di Lapangan Jatimulyo, Lampung Selatan (Lamsel) menjadi magnet bagi masyarakat setempat khususnya anak-anak ,meski dalam Undang –Undang  (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak tegas memuat setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik, namun gagal pahamnya panitia yang tidak melarang saat remaja dibawah umur masuk dalam pentas konstestasi dinilai publik merupakan bentuk kesengajaan dalam mendulang simpati untuk paslon nomor 3.

Dari pantauan di lapangan, kampanye paslon yang diusung PAN, Partai Golkar dan PKB selain diikuti oleh orang tua, tampak juga anak di bawah umur mulai dari balita yang digendong, hingga anak-anak yang berusia di bawah 17 tahun. Padahal mereka belum punya hak pilih.

Padahal, keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kampanye politik, bertentangan dengan.

Khususnya Pasal 15 dan Pasal 76 H yang menyebutkan, Perlindungan Anak secara eksplisit melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik.

Padahal, keterlibatan anak-anak di bawah umur dalam kampanye politik, bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Khususnya Pasal 15 dan Pasal 76 H yang menyebutkan, Perlindungan Anak secara eksplisit melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik.

Melihat banyaknya anak dibawah umur yang hadir dalam kampanye Arinal-Nunik, Liaison Office (LO) Yuhadi langsung memberikan arahan kepada peserta yang memadati lapangan dari atas panggung. Ia meminta para orang tua yang membawa anak di bawah umur untuk ditinggal di rumah

“Kita tidak mengundang anak-anak dalam kampanye ini. Silahkan anaknya ditinggal dirumah bagi orang tua yang mau melihat konser Via Vallen atau anak-anak yang menggunakan atribut Arinal-Nunik silakahkan di lepas, atau jadikan sebagai penutup kepala saja,” kata Yuhadi.

Namun, anak-anak itu tampak antusias ikut kampanye Arinal-Nunik untuk melihat Via Vallen. Diantara anak-anak tersebut terlihat bersorak sambil melambaikan salam tiga jari. Ada juga yang menggunakan kaos paslon tiga ini sebagai penutup kepala.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *