Bandar Lampung – (PeNa), Pratu Marinir Febry Bramatio sejatinya tinggal menunggu hari untuk melangkah ke pelaminan. Prajurit Batalyon 9 Marinir itu telah menyampaikan niat serius untuk menikah dengan kekasihnya asal Bandung. Namun rencana masa depan itu terhenti setelah Febry gugur dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat.
Di mata keluarga, Febry dikenal sebagai sosok hangat, ramah, dan mudah bergaul. Paman almarhum, Hariyanto, menyebut Febry tidak hanya dekat dengan keluarga, tetapi juga memiliki lingkar pertemanan yang luas.
“Dia sangat baik dengan keluarganya. Terus orangnya supel, bergaul dengan masyarakat banyak begitu. Jadi teman-temannya pun banyak yang turut berbelasungkawa ini, tidak putus-putus datang ke sini,” ujar Hariyanto saat ditemui di lokasi pemakaman.
Hariyanto mengungkapkan, meski belum sempat melangsungkan lamaran resmi, Febry telah menyampaikan keinginan kuat untuk menikah. “Kalau tunangan sih belum, cuma memang sudah punya pacar. Ada rencana nikah. Tanggal pastinya memang belum, tapi kemauannya sudah ada. Pacarnya orang Bandung,” katanya.
Calon Istri yang Tak Pernah Datang ke Pelaminan
Rencana pernikahan itu kini hanya menjadi kenangan. Calon istri Febry, yang berada di Bandung, disebut keluarga sempat menanti kabar baik selama proses pencarian korban longsor. Namun harapan itu berubah menjadi duka ketika kabar resmi datang dari kesatuan TNI AL.
“Kami sempat khawatir sejak kabar Febry terkena kejadian tanah longsor itu. Di rumah kami sudah mengadakan Yasinan, tahlilan, supaya dia segera ditemukan,” tutur Hariyanto.
Kabar duka akhirnya disampaikan langsung oleh pihak kesatuan. “Iya, ditemukan. Sampai akhirnya berita itu datang dari kesatuannya. Kami ya apa boleh buat, namanya sudah takdir Yang Kuasa,” ucapnya dengan suara berat.
Dimakamkan Secara Militer di Kampung Halaman
Jenazah Pratu Marinir Febry Bramatio dimakamkan di TPU Gang Jeruk, Kelurahan Gedung Air, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Prosesi pemakaman dilaksanakan secara militer dengan tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada negara.
Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi pemakaman. Sejumlah rekan almarhum dari satuan Marinir turut hadir, memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit muda yang gugur saat bertugas.
Gugur Saat Bertugas di Tengah Hujan Lebat
Pratu Marinir Febry Bramatio merupakan satu dari 23 anggota Marinir yang menjadi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, serta Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Bencana tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) setelah hujan lebat mengguyur kawasan itu selama berjam-jam hingga memicu runtuhan tanah. Informasi awal mengenai musibah tersebut diterima keluarga dari kesatuan tempat Febry bertugas.
“Saya dengar informasinya dari kesatuannya. Dibilang ada longsor, pas Febry ada di lokasi itu, di Cisarua, Lembang,” kata Hariyanto.
Kepergian Febry meninggalkan duka mendalam. Sosok prajurit muda yang tengah bersiap membangun rumah tangga itu kini dikenang sebagai anak keluarga, calon suami, dan prajurit negara yang gugur sebelum sempat mengucap ijab kabul.






