PESAWARAN-(PeNa), Dugaan adanya pengkondisian pada pemungutan suara dan sistem penghitungan surat suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gedong Tataan mendapat reaksi keamanan setempat.
Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu serentak 2019 terus dikawal disetiap tahapannya.
“Selaku pihak keamanan, polri dan TNI bersama unsur lain terus melekat melakukan pengawalan pengamanan. Disetiap tahapan yang dilakukan penyelenggara kita terus pantau. Kaitan dugaan adanya tindak pidana pemilu, silahkan dibuat laporannya ke Gakkumdu untuk kemudian dilakukan penelaahannya, ” kata dia, Senin (29/04).
Ditegaskan, instruksi tembak ditempat bagi siapa saja yang mengganggu logistik Pemilu 2019 juga sebagai upaya mencegah adanya pelanggaran pemilu oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab.
“Kemarin kita instruksikan tembak ditempat bagi siapa saja yang mengganggu logistik pemilu. Nah, jika nanti ditemukan pelanggaran pidana pemilu baik pada proses penghitungan maupun sebelumnya, juga akan dilakukan tindakan tegas. Tentunya dengan mengedepankan kearifan lokal, jangan kuatir keamanan akan terus pantau. Beberapa pelanggaran pidana pemilu juga sudah masuk dalam proses di Gakkumdu, ” tegas dia.
Menyikapinya, Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie didampingi Kabag Ops Polres Pesawaran Kompol Agus Susanto dan Kapolsek Gedong Tataan Kompol Mufian Somad juga melakukan pengecekkan dan kontrol langsung di Gedung KONI dimana rekapitulasi surat suara hasil pemilihan dilakukan.
Sementara itu, Sekretaris Masyarakat Pers dan Pemantau Pemilu (MAPPILU) Kabupaten Pesawaran Ismail menegaskan, dugaan pelanggaran pidana Pemilu 2019 oleh beberapa calon legislatif dan penyelenggara pemilu seperti PPS dan PPK juga telah dicatat guna dilakukan pendalaman.
“Saat ini kita terus melakukan pendalaman untuk pelanggaran pidana pemilu diduga dilakukan oleh PPK, Bendahara kecamatan bekerjasama dengan oknum KPU dan termasuk juga dengan dugaan pemotongan pungutan dana insentif, pembuatan TPS serta uang makan.” tegas dia.
Oleh: sapto firmansis






