Tukar Ban Kendaraan Bawaannya, Sopir Ditangkap Polisi

PESAWARAN-(PeNa), Diduga menukar ban mobil truk tronton tangki dengan nomor polisi BE 9202 CI milik PT. AAF yang dikendarainya, sopir berinisial W warga Desa Bandar Dalam Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan ditangkap jajaran Polsek Tegineneng di Ketibung, Selasa (14/8).
Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi membenarkan soal penangkapan sopir tersebut. “Ya, benar. Jajaran Polsek Tegineneng telah mengamankan tersangka W dengan dugaan penggelapan ban truk tronton tangki yang dikendarainya, ” kata dia.
Diungkapkan, bahwa kronologis penangkapan dilakukan setelah menerimakan laporan polisi, Nomor : LP / 168 / VIII / PLD LPG / RES PSW / SEK TEGINENENG tanggal 13 Agustus 2018, tentang terjadi tindak pidana pencurian dengan Pemberatan.
“Tim opsnal Polsek Tegineneng mendapat informasi tentang keberadaan pelaku di wilayah Desa Tarahan Kecamatan Ketibung Lampung Selatan, kemudian dilakukan tindakan cepat dan pengejaran terhadap pelaku, setelah diketahui keberadaan pelaku berada di garasi atau pangkalan truk CV. AMP maka langsung dilakukan upaya paksa penangkapan yang dipimpin oleh kanit reskrim, ” ungkap dia.
Diterangkan, hasil pemeriksaan pengembangan kemudian ditangkap tersangka BS (30) warga Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran yang diduga sebagai pelaku pertolongan jahat dengan empat buah ban truk merk Gajah Tunggal.
“Pelaku diduga menukarkan ban depan kiri dan kanan truk tangki yang sudah ditandai cap nopol kendaraan dengan ban lain yang beda ukuran dan tidak mempunyai tanda atau cap dengan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 1.400.000,- kepada tersangka BS yang langsung membuang cap pada ban dengan cara di gerinda.
Akibat kejadian tersebut korban (PT. AAF) mengalami kerugian sebesar Rp. 7.000.000,-, ” terang dia.
Ditegaskan, petugas juga telah memeriksa saksi atas nama Dayat (40) karyawan PT AAF warga Desa Kunyaian Kecamatan Tegineneng dan saksi Darlen (45) karyawan PT. AAF warga Desa Kota Agung Kecamatan Tegineneng. Dan pelapor atas nama Uha Prayoga (48) karyawan PT. AAF warga Dusun Masgar Desa Kota Agung Kecamatan Tegineneng.
“Kepada para tersangka, penyidik akan mengenakan pasal 374 dan 480 tentang penggelapan dengan pemberatan dan pertolongan jahat sebagaimana dimaksud dalam KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *