Ulah Illegal Logging Sebabkan Warga Tiga Desa Merintih 

PESAWARAN-(PeNa), Brutalnya pelaku illegal logging (pembalakan liar) sebabkan tiga desa di Kecamatan Punduh Pidada merintih pilu karena kampungnya terendam banjir. Hujan deras dengan durasi waktu yang lama menggiring air langsung mengalir ke desa tersebut.
Bencana banjir yang melanda Desa Bangun Rejo, Banding Agung dan Sukajaya Pedada di Kecamatan Punduh Pidada hari ini terjadi karena hutan yang seharusnya bisa menyerap air hujan sekarang sudah tidak bisa lagi. Pasalnya pohon-pohon besar sudah habis ditebang dan dicuri para pelaku pembalakan liar.”Kami semua merintih sedih, setiap kali hujan deras dan lama pasti desa kami terendam banjir. Kan kita tau,semua pohon besar yang ada dihutan sudah tidak ada lagi. Habis dicuri orang untuk kepentingannya. Makanya,hutan tidak bisa lagi menyerap air hujan dan akibatnya air hujan langsung mengalir kedesa,” kata Irham warga Desa Banding Agung,Kamis (26/10).
Banjir yang telah membuat masyarakat di tiga desa resah dan khawatir tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran,Mustari. “Ya benar,  banjir terjadi di tiga desa, yaitu Desa Bangun Rejo, Banding Agung dan Sukajaya Pedada,” ujar dia.
Dijelaskan, banjir terjadi pada dinihari setelah sebelumnya hujan deras mengguyurnya cukup lama. “Penyebabnya hujan yang turun pada malam hari ditambah lagi adanya air laut yang pasang, sebab daerah itu kan letaknya pada muara. Makanya didaerah itu ketinggian air mencapai satu meter lebih. Tapi kalau di Desa Bangun Rejo dan Banding Agung hanya sebatas mata kaki. Dan  sekarang saya dapat informasi kondisi air sudah surut, dan kami juga terus memantau perkembangan bencana tersebut,” jelas dia.
Pada bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah mengirimkan tim tanggap bencana dan memberikan bantuan terhadap korban banjir. “Kami juga sudah mengirimkan tim dan dari Dinas Sosial untuk segera mendistribusikan bantuan logistik, semoga bisa mengurangi beban mereka. Dan untuk kerugian materi serta korban jiwa,kami masih mendatanya,” tegas dia. PeNa-spt.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *