Ulah Puskesmas, Dinkes Pesawaran Yang Minta Maaf

PESAWARAN-(PeNa), Menyikapi perilaku pelayanan Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan yang dianggap bermasalah, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran meminta maaf, Rabu (24/10).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Widodo mengatakan permohonan maaf di Kantor PWI Pesawaran atas kurang  kooperatifnya Kepala Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan saat terjadinya insiden pelayanan pada pasien warga Desa Padang Ratu Kecamatan Gedong Tataan beberapa waktu lalu.
“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran mohon maaf atas khilaf yang dilakukan jajaran beberapa waktu lalu. Memang saya akui itu kekeliruan, namun hanya miskomunikasi saja. Kita berjanji kedepan diperbaiki untuk lebih baik lagi, ” kata dia.
Permohonan maaf tersebut sayangnya tidak disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Rawat Inap Gedong Tataan dr. Imelda Carolia. “Saya tidak merasa ada yang menghubungi melalui handphone. Kalau melalui WA iya, tapi yang membuka itu anak saya. Jadi saya tidak tahu, ” sangkal dia.
Pada pertemuan tersebut, tidak ada nampak perasaan bersalah dari dr. Imelda Carolia. Dari kalimat yang disampaikan, terus mengatakan bahwa apa yang dilakukan sudah benar. “Kami sebelumnya sudah menelpon pihak BPJS, namun katanya untuk pengobatan suntik ATS tidak masuk pada tanggungan BPJS, ” kilah dia.
Kepala BPJS Pesawaran menyikapi persoalan tersebut dengan mengatakan bahwa yang dibutuhkan pasien untuk pengobatan kemarin memang tidak ditanggung BPJS, namun ditanggung pemerintah daerah. “Memang tidak masuk pada tanggungan BPJS, namun pengobatan tersebut seharusnya ditanggung pemda dengan iuran nol rupiah, ” kata dia.
Untuk diketahui, Sekdis Widodo datang ke Kantor PWI Pesawaran yang kemudian disusul pemilik Klinik Ridho Husada dr. Imelda Carolia bersama staf, lalu menyusul kemudian Kepala BPJS Pesawaran Erwin. Maksud kedatangannya mengklarifikasi persoalan insiden pasien yang merasa mendapat pelayanan kurang baik. Namun, ditengah pembicaraan dr.Imelda malah duduk berpisah diruang sebelah dan meninggalkan pembicaraan yang dimaksud. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *