UMKM Banyuraden Diperkuat, UWM Genjot Produksi dan Pemasaran Digital

SLEMAN (PeNa) – UMKM Banyuraden, Sleman, mendapat dorongan baru setelah UWM menyerahkan bantuan alat produksi sekaligus menggelar pelatihan pemasaran digital berkelanjutan.

Program tersebut menjadi bagian Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan PDB UWM yang menyasar penguatan kapasitas dan kemandirian usaha masyarakat Banyuraden lokal.

Kegiatan ditandai dengan serah terima bantuan alat produksi kepada mitra, kemudian dilanjutkan pelatihan pemasaran digital secara praktik bagi pelaku.

UWM menilai bantuan peralatan bukan sekadar pemberian sarana, melainkan langkah strategis meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi usaha, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat Banyuraden.

Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini mengatakan pelatihan dirancang agar peserta langsung mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk usahanya secara mandiri.

‎“Peserta tidak hanya memahami pemasaran digital secara teori, tetapi langsung membuat konten dan mempraktikkannya menggunakan produk mereka sendiri,” ujar Ambar.

“Harapannya, setelah kegiatan selesai, mereka sudah memiliki kemampuan yang langsung dapat digunakan untuk memasarkan produknya melalui kanal digital,” lanjutnya secara mandiri.

Setelah bantuan diterima, peserta mengikuti pelatihan dengan pendekatan praktik langsung, mulai menyusun materi promosi hingga membuat konten produk menarik secara bersama.

Peserta belajar mengambil gambar produk, menyusun pesan promosi, serta menyesuaikan konten dengan media digital untuk menjangkau konsumen lebih luas.

“Kami ingin pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi segera diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari,” kata Ambar kepada peserta.

Menurut Ambar, peningkatan produksi dan kemampuan pemasaran harus berjalan terpadu agar produk masyarakat memiliki peluang pasar lebih besar di tengah persaingan.

“Sarana produksi membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi, sementara pemasaran digital membuka akses pasar yang lebih luas,” jelasnya bagi produk masyarakat.

Program PDB Banyuraden didanai Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek untuk memperkuat teknologi produksi, pengembangan produk, kemasan, branding, dan pemasaran secara terpadu.

Kegiatan diketuai Prof. Ambar Rukmini bersama Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta serta tim dosen UWM.

Tim UWM juga melibatkan Dyah Titin Laswati dan Kristiana Sri Utami dalam pendampingan program untuk memperkuat kapasitas kelompok usaha masyarakat Banyuraden.

Pendampingan berkelanjutan menjadi perhatian penting agar mitra mampu mengoperasikan peralatan, memperbaiki proses produksi, dan menghasilkan produk semakin kompetitif sesuai kebutuhan usaha.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari bantuan tersalurkan atau pelatihan terlaksana, tetapi juga kemampuan mitra berkembang secara mandiri berkelanjutan.

UWM berharap penguatan kapasitas tersebut membuat UMKM Banyuraden semakin produktif, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memperluas jangkauan pemasaran hingga konsumen.

Program ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendorong ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaboratif.WAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *