Tim SAR Gabungan Terus Cari Speed Boat Yang Hilang Di Sekitar Gunung Krakatau

Oplus_131072

PANDEGLANG-(PeNa), Memasuki hari ke-tiga, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan terus mencari keberadaan speed boat berisikan 8 orang penumpang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda tepatnya disekitaran Gunung Krakatau, Kamis (10/09/2026).

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan perluasan sektor dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian terhadap seluruh korban.

 

“Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad.

 

Menurutnya, Operasi SAR yang dimaksud turut didukung drone thermal, peralatan SAR air, medis, komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

 

Kemudian, dalam pelaksanaan pencarian, faktor cuaca menjadi perhatian. Saat ini, kondisi di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal, angin dari selatan ke utara sekitar 15 knot, dengan ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter.

 

“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga,” tutur dia.

 

Hingga Operasi SAR hari ini berlangsung, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian dan Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di wilayah Perairan Selat Sunda.

 

Delapan penumpang speed boat tersebut adalah satu orang sebagai Kapten Kapal, satu Anak Buah Kapal (ABK), satu orang selaku guide, serta lima orang jurnalis dari berbagai media.

 

Kemudian, Tim SAR Gabungan yang dimaksud melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat, dengan dukungan sejumlah kapal dan RIB.

 

Very Susanto salah satu jurnalis Lampung mengatakan rekan sejawatnya mengalami hilang kontak ketika melakukan tugas liputan di sekitar Gunung Krakatau yang erupsi.

 

“Informasi pertama yang didapatkan secara khusus oleh wartawan ketika ada suatu peristiwa merupakan hal yang ekslusif dan kepuasan untuk kemudian dapat disajikan sebagai berita ke tengah masyarakat. Kami terus memantau dan berdoa semoga pencarian segera membuahkan hasil, teman-teman (korban) dapat ditemukan dengan kondisi selamat,” kata dia.

 

Menanggapinya, Hudzori salah satu warga di Pulau Sebesi Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung juga sangat berharap bahwa hilangnya speed boat yang ditumpangi lima jurnalis tersebut dapat segera ditemukan dengan kondisi selamat.

 

“Sebagai masyarakat, kami sangat berharap para wartawan yang menumpangi speed boat tersebut segera ditemukan dengan kondisi selamat. Berbagai peralatan dan personil yang membantu mencari keberadaannya, mudah-mudahan mempercepat untuk ditemukan,” kata dia.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *