Pesisir Barat – (PeNa), Polda Lampung menyelidiki dugaan pembalakan liar di Kabupaten Pesisir Barat. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf turun langsung meninjau lokasi yang diduga menjadi area penebangan ilegal, menyusul beredarnya video aktivitas pemotongan kayu di lereng perbukitan wilayah Pesisir Utara.
Kapolda menegaskan, langkah awal yang dilakukan kepolisian adalah memastikan fakta di lapangan sebelum menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Ia menyampaikan, dari hasil pengecekan sementara, polisi telah mengantongi sejumlah informasi awal yang kini sedang didalami oleh tim penyelidik.
“Di wilayah Pesisir Barat kita sudah melakukan pengecekan dan sudah mendapatkan fakta-fakta, di antaranya keterangan-keterangan sementara ini. Dan kita sedang melakukan penyelidikan, betul atau tidaknya,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf, Minggu (7/12/2025).
Lebih lanjut, Kapolda memastikan seluruh pihak yang diduga terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan guna memperjelas duduk perkara.
“Tentunya para pihak akan kita mintai keterangan terkait dengan hal tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa mendapatkan bukti apakah ini masuk pidana atau tidak,” katanya.
Namun demikian, Helfi menegaskan polisi tidak akan tergesa-gesa menetapkan kesimpulan sebelum bukti yang sah benar-benar terpenuhi, termasuk dokumen yang berkaitan dengan aktivitas penebangan tersebut.
“Saat ini kita tidak bisa menentukan dulu, karena kita butuh bukti real-nya. Dokumen itu harus dipertanggungjawabkan, betul atau tidak,” tegasnya.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan akan ditindaklanjuti dengan pemanggilan pihak-pihak terkait, sembari mengingatkan masyarakat akan tingginya risiko bencana di wilayah tersebut.
“Saat ini tim kami sedang melakukan proses penyelidikan, dan ke depan akan dilakukan segera pemanggilan. Kita berharap masyarakat di sini menjaga, karena wilayah ini cukup tinggi potensi bencana alam, khususnya banjir bandang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembalakan liar tanpa pengelolaan yang jelas dapat berdampak langsung kepada warga sekitar, mulai dari longsor hingga banjir bandang.
“Kalau sampai itu terjadi, pembalakan liar dan tidak ada pertanggungjawabannya, tentunya akan berdampak kepada masyarakat sendiri. Potensi longsor, kemudian banjir bandang, ini sangat berbahaya untuk kita semua,” jelas Helfi.
Saat ditanya wartawan terkait penindakan awal, Kapolda membenarkan bahwa polisi telah mengamankan sejumlah pihak untuk diperiksa lebih lanjut.
“Saat ini ada beberapa yang kita amankan, sedang kita lakukan pemeriksaan intensif kepada yang bersangkutan. Nanti hasilnya akan kita sampaikan,” katanya singkat.
Ia juga menegaskan, kepolisian bergerak cepat sejak informasi awal diterima, termasuk melakukan pemantauan udara untuk memastikan titik-titik lokasi penebangan.
“Kita sudah langsung cek. Kami upayakan cek lokasi yang diduga pembalakan menggunakan pesawat, helikopter. Dari situ kita tahu titik-titiknya, kita sudah cek koordinatnya, dan akan dilakukan pendalaman,” pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua pria tengah memotong batang-batang kayu berukuran besar di lereng bukit wilayah Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat. Di sekitar lokasi, tampak puluhan gelondongan kayu berserakan, diduga hasil penebangan yang tidak dilakukan dalam waktu singkat.
Warga setempat mengaku resah. Ajo, salah satu warga, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera menghentikan aktivitas tersebut karena berpotensi memicu bencana alam.
“Tolong dihentikan aktivitas itu. Kalau memang melanggar, tolong ditindak,” kata Ajo, Sabtu (6/12).
Warga lain, Andala, menyebut aktivitas penebangan di kawasan itu sudah berlangsung lama dan terkesan luput dari penindakan.
“Sudah lama, tapi anehnya kok nggak tersentuh. Harapan kami setelah ini kegiatan itu bisa dihentikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga trauma setelah melihat berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.
“Kita sudah lihat sendiri bagaimana saudara-saudara kita di Sumatera jadi korban. Jangan sampai itu terjadi di sini,” tutupnya.






