40 Kader Mu’allimin Gebrak Macapat, Warisan Budaya Makin Menggema ‎

Mu’allimin Yogyakarta mengerahkan lebih dari 40 kader mengikuti Gelar Macapat 1000 Pelajar Muhammadiyah di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026) bersama pelajar.

‎JOGJA (PeNa) – Mu’allimin Yogyakarta mengerahkan lebih dari 40 kader mengikuti Gelar Macapat 1000 Pelajar Muhammadiyah di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026) bersama pelajar.

Partisipasi itu menegaskan komitmen Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta membentuk kader berkarakter, berbudaya, sekaligus peduli terhadap warisan budaya bangsa Indonesia sejak dini bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian Pekan Kebudayaan Muhammadiyah 2026 yang mempertemukan pelajar Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan se-Daerah Istimewa Yogyakarta dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Gelar Macapat 1000 Pelajar diinisiasi Lembaga Seni Budaya PWM DIY bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DIY sebagai ruang pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Peserta berasal dari tingkat dasar hingga SMA, SMK, dan Aliyah, dengan semangat mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda Muhammadiyah di Yogyakarta secara langsung.

Perwakilan Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Sarjilah, M.Pd., turut hadir bersama Wakil Ketua PWM DIY, Iwan Setiawan, S.Pd., M.Pd.I., dalam kegiatan.

Dalam sambutannya, Iwan menilai macapat menjadi ruang penting mengenalkan budaya bangsa yang selaras dengan nilai Islam dan KeMuhammadiyahan kepada generasi muda masa kini.

“Kami mengapresiasi seluruh murid dari berbagai penjuru DIY yang hadir,” ujar Iwan saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut, Sabtu pagi di Yogyakarta bersama peserta.

Menurut Iwan, pembelajaran kebudayaan melalui macapat perlu terus digelar agar pelajar memiliki kedekatan dengan tradisi sekaligus memahami nilai filosofinya secara utuh dan mendalam.

Partisipasi Mu’allimin menunjukkan pendidikan kader tidak berhenti pada akademik dan keagamaan, tetapi turut menanamkan karakter melalui pengenalan budaya lokal dan nasional Indonesia secara nyata.

Ketua Tapak Suci Unit 003 Mu’allimin, Muhammad Hafi, menyebut kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman baru bagi kader, terutama santri luar Pulau Jawa yang mengikuti acara.

“Kegiatan ini sangat menarik karena kita bisa belajar kebudayaan seperti macapat,” ujar Hafi, mengungkapkan kesan para peserta Mu’allimin yang hadir bersama penuh antusias.

Bagi kader yang berasal dari luar Jawa, macapat menjadi pengalaman budaya baru sekaligus kesempatan memahami keragaman tradisi Indonesia secara langsung di Yogyakarta dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan kebudayaan seperti ini memperluas wawasan para kader,” kata Hafi, sembari menilai pengalaman tersebut memperkuat pemahaman keberagaman budaya nasional bagi seluruh peserta Muhammadiyah.

Di depan Benteng Vredeburg Yogyakarta, para peserta melantunkan sejumlah tembang macapat dengan khidmat dan penuh penghayatan terhadap pesan kehidupan yang terkandung di dalamnya bersama-sama.

Tembang yang dibawakan meliputi Kinanthi Mangu, Gambuh Jiwa Jawi, Mijil Raramanglung, dan Pocung, masing-masing membawa pesan moral berbeda bagi pendengarnya dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai filosofis tembang tersebut mencakup tuntunan perjalanan hidup, kebijaksanaan, hingga refleksi manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara bermakna bagi generasi muda Muhammadiyah Indonesia.

Kader Mu’allimin membawakan tembang dengan penuh khidmat, memperlihatkan harmonisasi pendidikan kader, budaya Jawa, serta nilai keislaman yang menjadi identitas madrasah tersebut hingga kini.

Agenda ini juga menjadi bagian menyambut Milad ke-114 Muhammadiyah, sekaligus memperkuat peran Mu’allimin sebagai lembaga pendidikan kader pemimpin bangsa masa depan Indonesia yang berkarakter.

Melalui kegiatan budaya berskala besar, Mu’allimin menegaskan pendidikan harus memadukan keislaman, kebangsaan, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya Indonesia secara berkelanjutan dan nyata bersama generasi penerus.WAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *