BANDARLAMPUNG – (PeNa), Dalam upaya evakuasi masyarakat yang terdampak banjir, ratusan personel TNI/Polri dikerahkan untuk membantu warga dan merevitalisasi lingkungan permukiman yang terkena dampak.
Kapolresta BandarLampung Kombes Pol Abdul Waras berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terkena dampak banjir.
TNI/Polri juga memberikan layanan kesehatan gratis dengan menurunkan tenaga medis.
“Obat-obatan, vitamin, dan sarana angkutan sampah disiapkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan dan kebersihan warga terdampak,” ujarnya saat memimpin bakti sosial dan bersih lingkungan terdampak banjir di Kel. Rajabasa Raya, Rajabasa. Selasa (27/2/2024).
Kombes Pol Abdul Waras menambahkan, kemungkinan akan membuka posko kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat banjir.
“Tentu, kami terus mengingatkan warga untuk tetap menjaga lingkungan masing-masing,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, banjir yang melanda Kota BandarLampung merendam 40 lokasi, tersebar di 10 Kecamatan, dan menyebabkan kerusakan ratusan rumah, baik ringan maupun berat.
Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kota pada 24-25 Februari 2024, dari sore hingga malam hari.
“Pendataan dampak bencana banjir mencakup 40 titik, dengan wilayah paling parah terletak di Kecamatan Rajabasa dan Kemiling,” ujarnya Kapolresta.
Menurut Kombes Pol Abdul Waras, ada 41 rumah yang mengalami kerusakan berat dan 794 rumah yang mengalami kerusakan ringan. Selain itu, perabotan rumah dan perangkat elektronik warga juga terendam air.
“Kejadian ini merata di Kota Bandar Lampung, dengan kerugian terparah di wilayah yang berdekatan dengan sungai. Beberapa tanggul mengalami kerusakan akibat tekanan air,” jelasnya.
Namun sayangnya, bencana ini menelan korban jiwa, yakni seorang sopir truk berinisial WI, yang ditemukan meninggal di tepi sungai Kecamatan Panjang.






