Budaya yang Mewujud dalam Bhineka

LAMPUNG TENGAH (PeNa) – Maraknya gesekan berbau perpecahan dalam NKRI membuat ancaman tersendiri bagi kedaulatan ibu pertiwi. Tak hanya elit, hingga lapisan bawah dan dunia pendidikan pun sudah tersusupi gesekan kepentingan yang akan membawa pada disintegrasi negeri.

Bambang Suryadi, Penasihat Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) Provinsi Lampung prihatin dengan kondisi tersebut. Perlu ada semangat membangkitkan kembali nilai-nilai luhur yang dulu mempersatukan sabang dan marauke dengan keragaman perbedaan.

Calon anggota DPR RI, Bambang Suryadi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya untuk mewujudkan toleransi antar sesama. Hal ini penting karena akhir-akhir ini masih maraknya terjadi intoleransi di negeri ini.

Dengan berbagai macam ragam budaya yang ada di Indonesia, hal tersebut merupakan sesuatu kekayaan tersendiri dari sudut pandang, pola berfikir yang berbeda-beda. Walaupun daerah Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai macam latar belakang maka perlu diingat kembali bahwa Indonesia itu satu.

“Dengan berbagai macam budaya itu kita akan mempunyai cara pandang, alur pikir dan pola pikir sehingga walaupun kita berbeda-beda tetap satu. Bhineka Tunggal Ika,” kata Bambang Suryadi dalam acara

Sudah 73 tahun Indonesia merdeka, namun akhir-akhir ini masih terjadi intoleransi karena kepentingan politik segelintir golong, kemudian merusak nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. Maka sangat perlu rasanya untuk menjaga budaya kita.

Bambang yang juga ketua persatuan dalang Indonesia (pepadi) Lampung Tengah berpendapat, ketika budaya mewujud dalam Bhineka Tunggal Ika dilandasi UUD 1945. Tentu kebhinekaan di Indonesia sangat kompleks.

“Budaya Melayu diujung barat hingga budaya tinggi dipuncak Jayawijaya. Menghayati untuk mewujud dalam bhineka, budaya mempunyai sejuta makna disetiap bumi Nusantara. Tak mungkin disamakan, tak perlu diruncingkan, karena itu jadi kekayaan tak terbeli di bumi Pertiwi,” kata dia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk dengan berbagai macam perbedaan. Hal ini tentu perlu adanya persatuan dan kesatuan. Toleransi sendiri perlu dipupuk setiap hari dengan kegiatan positif dan saling menghargai pendapat orang lain.

“Jadi kalau budaya ini terus dijaga maka kebiasaan hidup juga akan terjaga. Sehingga toleransi itu lebih mudah terjalin melalui kebiasaan yang positif,” tegas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *