Bupati Pesawaran Gagas BAZNAS Berkembang Di Desa

PESAWARAN-(PeNa), Penyerahan santunan program Berkat BAZNAS Kabupaten Pesawaran tahun 2019 dengan tema Pesawaran makmur bersama Berkatnya BAZNAS dilaksanakan di D’Junjungan Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan,Rabu (03/07).

Hadir pada kegiatan tersebut adalah Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Ketua DPRD Pesawaran M.Nasir, Ketua BAZNAS Pesawaran A. Hamid, Kepala Kemenag Pesawaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suadi, Ketua MUI Pesawaran Endang Khaidir dan seluruh camat di pemerintah daerah setempat serta beberapa kepala desa yang diikuti 35 mustahik dari 31 desa selaku penerima santunan.
Dalam sambutannya,Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran A.Hamid mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan realisasi Badah rumah layak dan sehat (Berkat).
“Hari ini 35 mustahik di sebelas kecamatan akan menerima santunan Berkat, setelah sebelumnya juga diserahkan pada bulan februari lalu dengan 16 juta perkeluarga di setiap kecamatan, ” kata dia.
Tema yang diangkat tersebut, menurutnya membantu pemerintah mewujudkan masyarakat sejahtera melalui program program yang digagas Bupati Pesawaran.
“Terima kasih kepada seluruh camat dan kepala dinas pendidikan yang sudah banyak terlibat melalui kewenanganannya,” ujar dia.
Menanggapinya, perwakilan mustahik Ahmad Yatiman mengungkapkan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
“Alkhamdulillah,terima kasih banyak atas kepedulian dan bantuan ini semoga kegiatan ini terus dilakukan agar dapat membantu saudara saudara yang lain yang membutuhkan. Semoga bantuan ini memiliki barokah bagi kami, ” kata Yatiman.
Melengkapi hal tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menuturkan bahwa kegiatan santuanan dari BAZNAS merupakan tindak lanjut dari sebelumnya dilakukan oleh KH Fatoni dari Desa Trimulyo yang saat itu menjadi Ketua BAZNASnya.
“Ide BAZNAS melakukan bedah rumah merupakan adopsi dari apa yang dilakukan Lombok Tengah. Kemudian ditambahkan program lain yang benar-benar ada manfaat langsung kemasyarakat, ” tutur dia.
Menurutnya,inisiasi Berkat merupakan murni dari pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran. Dan belum banyak diambil dari zakat yang dibayarkan oleh masyarakat.
“BAZNAS sendiri banyak diambil dari pegawai pemda, DPRD Pesawaran dan para guru yang ada di Pesawaran. Bagi PNS yang tidak mau membayar zakat, disilahkan membuat surat pernyataan agar masyarakat juga mengetahui,” kata dia.
Kegiatan tersebut juga membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Pesawaran, terutama dibidang papan.
“Kedepan,program-program tersebut sampai didesa. Silahkan,desa mengumpulkan zakat masyarakatnya lalu dikelola dan dikembalikan kemasyarakatnya. Kalau sudah melakukan semua,bisa lebih cepat mengcovernya,” ungkapnya.
Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *