PESaWARAN-(PeNa), Tolong jaga suasana kondusifitas di desanya, beda pilihan biasa tapi jangan sampai ada polemik maupun dinamika yang berlebihan apalagi sampai ribut.
Demikian disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona didepan kepala desa se-Kabupaten Pesawaran dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilangsungkan di Gedung Serba Guna (GSG) Komplek Pemda Pesawaran, Kamis (13/08/2020).
“Tak perlu diributkan karena semua ini sudah ada gilirannya yang diatur oleh Allah Subkhanahu Wa Ta’ala, walaupun saya sebagai calon saya akan tetap menjaga kondusifitas,” kata dia.
Menurutnya, sebagai manusia biasa tentunya ada hal yang mungkin belum dapat terintegrasi dalam berfikir untuk kemajuan Bumi Andan Jejama.
“Secara Pemerintahan, tegak saya orang tua dan kita saling menjaga serta melindungi, tapi diluar saya adalah anak, adik dan keluarga kalian semua. Untuk itu, ketika ada hal yang harus disampaikan maka kemukakanlah dengan pimpinan sehingga dapat keluar solusi yang diharapkan, ” ujar dia.
Rakor tersebut merupakan kegiatan yang pertama dilakukan ditengah pandemi covid-19. Terlihat, panitia juga menyiapkan kelengkapan protokol kesehatan. Seluruh peserta dilakukan cek suhu badan dengan thermo gun, diminta cuci tangan dengan air sabun di air mengalir, hand sanitizer.
“Rakor ini pertama di tahun 2020 secara tatap muka, sebelumnya juga kita sudah siapkan skema koordinasi tapi pada saat itu fokus Penanganan Covid-19, bagaimana kesiapan gugus tugas desa, kondisi aktual masyarakat,” tutur dia.
“Saat ini corona kita nol, tapi jangan jumawa kita harus tetap waspada, walaupun gugus tugas sudah berganti satgas, para aparatur desa harus tetap waspada, siapapun yang datang dari luar harus tetap kita awasi. Saya yakin Corona ada di Pesawaran ada dari luar, ada carier yang membawanya, ” imbuhnya.
Ia juga meminta kepada seluruh Camat, OPD, Kades untuk tetap mendisiplinkan protokol kesehatan karena belum ada kepastian kapan virus covid-19 tersebut hilang.
“Kegiatan di desa sudah mulai ramai, kami gak larang tapi ada pembatasan ada regulasi yaitu Perbup dan pergub serta Perpres yang mengatur tentang adaptasi kebiasaan baru. Kita batasi kegiatan yang sifatnya keramaian, kades punya kewenangan untuk menjaga kondisi desa dan lingkungan agar tidak terpapar virus Corona. Apapun kegiatan harus ada izin dari gugus tugas desa setempat, setingkat RT harus lapor,” ungkap dia.
Untuk diketahui, perekonomian dan roda pemerintahan sangat terdampak, mulai dari penurunan ekonomi, karena hampir APBD dan APBDes terganggu untuk penanganan Covid-19, makanya pembangunan di desa banyak yang tertunda.
“Hal seperti ini jangan kita diamkan, kita adakan edukasi, kasih informasi kepada masyarakat penggunaan dana tahun ini untuk Covid-19, sehingga jangan ada persepsi kades dan camat tidak bekerja. Kades harus pro aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. Saya berterima kasih kepada jajaran Kades yang telah berjibaku dalam penanganan Covid-19, saya sangat apresiasi kepada jajaran Kades,” kata dia.
Dendi menegaskan, bahwa tentang adanya penurunan pembangunan, yang tadinya untuk bangun jalan hari ini banyak yang tertunda tapi ia yakin tahun berikutnya akan berpacu mengejar ketertinggalannya.
“Tahun depan saya akan teruskan Program Gadis, tahun depan kita akan tambah menjadi Rp200 juta, ada 44 desa dulu yang akan kita beri stimulus, Perusahaan daerah (Perusda) nanti saya minta untuk mendampingi guna memaksimalkan potensi desanya,” tegas dia.

Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran Tahun 2020 tersebut dengan nara sumber dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Perusahaan Daerah (Perusda). Ikut hadir dikegiatan tersebut adalah Asisten Pemerintahan & Kesra, Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala BPBD, Kadis PMD, Kadis Pendidikan, Kadis Pariwisata, Kadis Sosial, Kadis Pertanian, Kadis Kesehatan, Kadis Koperasi & UKM, Kabag Hukum, Kabag Tapem, Para Camat dan Para Kades.
Oleh: sapto firmansis






