Cek PKL Binaan, Sumarsono Janji Renovasi dan Bentuk Koperasi

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono meninjau lokasi binaan (lokbin) PKL di Kuningan, Jakarta Selatan. Sumarsono berdialog dengan pedagang dan memeriksa fasilitas yang ada di lokasi tersebut.


“Saya di sini mau mengecek tempat PKL yang ditempatkan di lokasi binaan, sekalian mengecek keluhan pedagang dan fasilitas,” ujar Sumarsono di lokasi sementara yang ada di samping Gedung Nyi Ageng Serang, Jalan Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017). 
Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishub) DKI Jakarta Andri Yansyah dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Irwandi.

Pedagang curhat ke Sumarsono.

Selain itu, Desi mengeluhkan mengenai atap lokasi yang bocor. 
Menanggapi keluhan pedagang, Sumarsono dan Kepala UMKMP Irwandi menjanjikan segera memperbaiki lokbin pada 15 Februari mendatang. “Di sini nanti kami akan betulin bulan Februari besok. Kami juga ada rencana untuk renovasi juga,” kata Irwandi.
“Sudah ada kerjasama dengan pihak CSR. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 800 juta hingga 1 miliar,” sambungnya .

Sumarsono janji renovasi Lokbin dan ingin PKL membentuk koperasi.

Sumarsono juga meminta agar pedagang dibentuk kelompok koperasi. Hal tersebut agar pedagang mudah dalam permodalan. “Saya minta nanti minggu depan sudah ada koperasi bagi pedagang,” katanya.

Lokbin ini sudah berdiri sejak tahun 2007 untuk menampung para pedagang PKL. Terdapat 73 pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.


Seorang pedagang, Desi (36), menuturkan lokbin yang dtempati cukup menguntungkan. Menurut Desi, biaya restribusi cukup terjangkau.”Hanya Rp 3000 dibayar lewat ATM Bank DKI. Sementara untuk listrik dan lain-lain hanya Rp 15.000,” katanya.

Sementara itu, Sumarsono meminta dalam renovasi tersebut agar memberikan ornamen budaya Betawi. Ia ingin nilai-nilai kebudayaan lebih sering digalakkan. “Nanti kalau sudah renovasi jangan lupa diberikan ornmen Betawi agar menarik. Saya ingin ada kampanye budaya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *