BANDAR LAMPUNG – (PeNa), Justice Run 2026 jadi ajang warga Lampung “move on” dari suasana Lebaran. Ribuan peserta tumpah ruah ikut lari 5K dan 10K, Minggu (5/4/2026).
Event ini tak sekadar olahraga. Panitia menyelipkan pesan hidup sehat sekaligus kebersamaan pasca-Idulfitri.
Ketua PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menyebut kegiatan ini berawal dari obrolan komunitas pelari yang ingin kembali aktif usai libur panjang.
“Setelah Lebaran, kita ingin ‘bakar rendang dan opor’ dengan cara sehat, yaitu lari bersama. Ini jadi semangat kebersamaan sekaligus ajakan hidup sehat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ade menambahkan, Justice Run juga bertepatan dengan momentum ulang tahun PKS di April. Ia berharap ajang ini bukan sekadar lomba, tapi juga membawa nilai perjuangan dan keadilan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kegiatan ini punya makna lebih dari sekadar olahraga.
“Keadilan adalah hak semua manusia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga membangun ruang publik yang sehat, baik secara fisik maupun sosial,” kata Mirza.
Menurutnya, semangat lari dalam Justice Run mencerminkan perjuangan yang butuh stamina dan konsistensi. Pemprov Lampung, lanjut dia, terus mendorong pembangunan merata, termasuk perbaikan jalan sebagai bagian dari keadilan.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan fasilitas olahraga publik agar budaya hidup sehat semakin kuat di masyarakat,” ujarnya.
Selain lomba, panitia juga membagikan door prize, mulai dari paket umrah, sepeda motor hingga hadiah menarik lainnya.
Peserta 10K asal Way Kanan, Amel, mengaku antusias mengikuti ajang ini. Ia menyebut Justice Run jadi momentum tepat untuk kembali aktif berolahraga.
“Saya sangat senang bisa ikut Justice Run ini. Selain menantang diri di jarak 10K, suasananya juga seru karena bisa lari bareng banyak peserta dari berbagai daerah. Ini jadi motivasi saya untuk lebih rutin olahraga ke depannya,” kata Amel.






