Demokrat Soroti Penanganan Covid-19 di Lampung

BANDARLAMPUNG – Fraksi Demokrat DPRD Lampung menyoroti penyebaran pandemi COVID-19 di Provinsi Lampung yang semakin mengkhawatirkan.

“Perkembangan pandemi Covid-19 di Lampung semakin menghawatirkan, dan penularan yang terjadi minggu ini semakin tinggi,” kata Jurubicara Fraksi Demokrat, Asep Makmur pada Sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi, Kamis (11/8).

Di samping itu, angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Lampung juga masuk dalam dua besar nasional setelah Jawa timur.

“Bahkan berdasarkan data terkahir provinsi Lampung menempati posisi daerah tingkat kematian tertinggi sebesar 7,1 persen dalam kurun waktu seminggu (1 sampai 8 Agustus 2021),” katanya.

Di sisi lain, angka testing dan tracing dalam rasio standar kementerian kesehatan (kemenkes) lebih rendah dari standar-standar WHO (World Health Organization) dan tampaknya masih jauh dari harapan.

Selain itu, vaksinasi di Lampung juga berjalan lambat dengan berbagai macam problematika dan lebih miris lagi penerapan PPKM di provinsi Lampung pada saat PPKM pertama kali dijalankan hanya kota Bandarlampung dan Metro yang menerapkan PPKM darurat.

“Padahal dalam perjalanannya (PPKM) nyaris semua kabupaten/kota  di Lampung masuk dalam kategori zona merah, puncaknya pada saat evaluasi PPKM beberapa hari yang lalu ( Lampung menambah lima kabupaten yang harus menerapkan PPKM level 4, meskipun metro tidak lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi seperti ini harus menjadi daftar fokus perhatian semua pihak terutama pemerintah provinsi Lampung, karena hal ini menyangkut keselamatan banyak warga .

“Ini tugas dan kewajiban yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *