Dibawah Toni Yunizar Ekowisata Mangrove Bersinar

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Dengan berbagai inovasi dan pembenahan sejumlah sarana hutan bakau serta kemasan pemasarannya, Toni Yunizar merubah ekowisata Mangrove di Petengoran Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan bersinar.

Kondisi tersebut dapat dilihat dari sejumlah spot selfi maupun poto style lainnya yang didapat dari pemandangan hutan bakau atau mangrove melalui jembatan kayu yang dirakitnya hingga mengelilingi wahana yang disiapkan.

Wisatawan yang datang dapat menikmati pemandangan yang indah yang tidak ditemukan dipesisir Lampung, lalu berbagai kuliner khas Lampung seperti Nyruit lengkap dengan ikan bakarnya, Kelapa muda dan jajanan lainnya juga disiapkan bagi pengunjung.

“Kita siapkan jajanan hingga makanan khas Lampung, ya seperti sambal nyruit ikan bakar. Pengunjung bisa makan diatas laut sambil menikmati pemandangan pantai yang dikelilingi hutan konservasi mangrove. Dan, untuk Lampung hanya ada disini (Petengoran), ” kata Toni Yunizar, Sabtu (29/01/2022).

Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan wahana rumah apung yang dapat digunakan pengunjung untuk menginap, terdapat juga ruang meeting, ruang sholat, kamar mandi dan disiapkan perahu guna mobilisasi pengunjung.

“Diatas rumah apung juga bisa sambil mancing dan berenang atau nyelam,yang datang kesini kebanyakan komunitas dan pengunjung dari kantor-kantor yang melakukan rapat sambil liburan atau family gathering karena harganya sangat terjangkau, ” ujar dia.

Toni Yunizar yang menjabat sebagai Ketua Pelestari Mangrove Petengoran Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan juga menyikapi soal program yang dicanangkan untuk bersih-bersih pantai dan laut dari pemerintah.

“Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah sampah sungai yang mengalir ke laut. Selain berdampak, juga akan mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata pantai dan pulau,” ucapnya.

Bersih-bersih pantai dan laut membutuhkan langkah kongkrit dan komprehensif dari berbagai pihak terkait sehingga mampu mengendalikan kebersihan pantai dari berbagai sampah yang mencemari lingkungan.

“Kalau disini (Petengoran), kita pagi dan sore membersihkan sampah. Kita ada petugasnya, karena kalau pantai kotor pengunjung juga enggan. Untuk itu, kami sangat setuju program Bupati Pesawaran tentang akan dilakukannya bersih-bersih pantai, tapi harus komprehensif dan serius, ” tegas dia.

Wisata hutan bakau di Petengoran juga tak luput dari monitoring pemerintah setempat. Melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, pembinaan terus dilakukan dengan memberikan masukan.

“Hari ini merasa bergembira setelah melihat situasi lingkungan di mangrove petengoran ini luar biasa, selain ekosistemnya bagus. Juga saya lihat satu pun sampah tidak ditemukan disini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa, ketika dilokasi.

Menurutnya, tempat wisata tersebut sangat nyaman selain tempatnya bersih juga pemandangannya sangat bagus dan indah.

“Haqqul yakin wisatawan akan nyaman berkunjung disini, karena ini sudah berjalan dengan baik sebagai aset untuk mendorong wisatawan yang sudah dikenal oleh Provinsi Lampung, bahkan seluruh Sumatera. Dan,alkhamdulillah dibawah koordinasi Toni Yunizar, ini bisa dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, tentu ini untuk menjadi contoh destinasi di Kabupaten Pesawaran,” tegas dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *