Lampung Selatan – (PeNa), Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim telah mengaktifkan 100 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) di ruas jalan nasional demi mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Namun di lapangan, kenyataan berkata lain—sejumlah titik justru masih gelap gulita.
Langkah pengaktifan LPJU ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Lampung untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyebut perbaikan sudah dilakukan sebelum Hari Raya.
“Beberapa hari sebelum Lebaran, sudah ada 100 titik LPJU yang diperbaiki dan difungsikan,” ujar Bambang.
Meski begitu, kondisi kontras terlihat di ruas Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), khususnya di wilayah Hatta, Bakauheni, Lampung Selatan. Di jalur utama yang menjadi urat nadi pemudik ini, penerangan jalan masih minim, bahkan nyaris tak ada di sejumlah titik rawan.
Situasi makin mengkhawatirkan ketika memasuki area sepi tanpa permukiman. Di lokasi-lokasi tersebut, tidak satu pun lampu jalan yang menyala. Gelap pekat menyelimuti jalan, membatasi jarak pandang pengendara.
Gelap di Jalur Utama, Pemudik Mengeluh Takut
Penelusuran hingga mendekati perbatasan Bandar Lampung juga menunjukkan kondisi serupa. Lampu penerangan masih sangat terbatas, jauh dari kesan “terang benderang” seperti yang dijanjikan.
Kondisi tak jauh berbeda ditemukan di wilayah Agom, Kalianda. Meski tiang lampu berjajar di sepanjang jalan, sebagian besar tidak berfungsi. Lampu mati, menyisakan bayangan gelap di jalur padat pemudik.
Keluhan pun datang dari para pengguna jalan. Minimnya penerangan dinilai membahayakan, terutama saat malam hari ketika arus kendaraan masih tinggi.
“Kalau untuk jalan di sini sih menurut saya kalau malam masih gelap, masih kurang (penerangan). Saran saya penerangannya lebih diutamakan, soalnya ini kan jalan utama lintas ya,” kata Imron, pemudik asal Bandar Lampung.
Rasa waswas juga diungkapkan Roni, yang mengaku harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur menuju Bakauheni pada malam hari.
“Sumpah, jalan malam ke Bakauheni ngeri-ngeri sedap. Gelap, jalan bergelombang. Mata kita terbatas pandangannya, ditambah lagi jalanan tidak ada lampu,” ujarnya.
Ia bahkan menyindir janji pemerintah yang dinilai tak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kemarin saya sempat baca berita, katanya mau terang semua. Tapi mana? Bohong aja,” tegasnya.
Selain penerangan, kondisi jalan bergelombang di Jalinsum turut menjadi sorotan. Pemudik berharap perbaikan segera dilakukan agar risiko kecelakaan bisa ditekan, terutama di puncak arus balik Lebaran.






