Disoal Sejumlah Warga, MPAL Pesawaran Sah Dan Sesuai Aturan

P E S A W A R A N -(PeNa), Disoal sejumlah warga, Sekretaris Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Rama Diansyah gelar Paksi Sejati menyebut keberadaannya sah dan sesuai aturan yang berlaku.

 

Terkait legalitas, Rama menerangkan hal tersebut sudah sah berdasarkan aturan yang diterbitkan, dan surat keputusan dilakukan Kepala Daerah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) maupun AD/ART lembaga.

 

“Dasarnya Perda Provinsi Lampung Nomor 5 Tahun 2013 dan ditindaklanjuti oleh Perbup Pesawaran Nomor 7 Tahun 2019, sehingga kami ini dilantik oleh Kepala Daerah, dan dimana pun MPAL yang mengukuhkan Kepala Daerah masing-masing,” kata dia,Minggu (09/06/2024).

 

“Harus bisa dibedakan mana ormas, LSM atau parpol, dan lembaga adat. Perda dan Perbup itu lah yang menjadi dasar, dikuatkan dengan SK Bupati terkait pengukuhan dan kepengurusan,” urai dia.

 

Paksi Sejati juga menuturkan, MPAL Kabupaten Pesawaran sudah ada sejak lama, tentu ini menjadi pertanyaan mengapa baru dipersoalkan sekarang.

 

“Secara definisi saja mereka sudah salah sampai tanya SK Kemenkumham tanpa faham isi Perda maupun perbup, lebih tidak mungkin lagi kalau mereka itu baca AD/ART MPAL Pesawaran,” tutur dia.

 

“MPAL Pesawaran ini lembaga di bawah naungan langsung Pemerintah Daerah, karenanya dikukuhkan dan di SK kan oleh Kepala Daerah dalam ruang lingkup adat, jadi tuduhan-tuduhan miring itu harus dibuktikan karena telah melukai hati para penyimbang adat yang ada di struktur MPAL itu sendiri,” timpalnya.

 

Ia juga berharap, jangan pernah kita sesama orang Lampung yang memiliki gelar adat, yang punya pi’il pesenggikhi mau diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

 

“Jadi saya berharap kepada puakhi-puakhi para penyimbang, jangan kita mau diadu domba untuk dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab, yang mungkin punya tujuan tertentu untuk memecah belah kita orang-orang adat. Sesama orang lampung, adat harus kita junjung tinggi dan wajib juga kita lestarikan. Kita punya pi’il pesenggikhi, jadi ayo kita bersama-sama menjaga adat dan budaya warisan leluhur umpu tuyuk kita, agar tidak punah itu tujuan utamanya,” ungkapnya.

 

Atas kegaduhan tersebut, Penyimbang adat tiyuh Gedung Kasih Desa Gedongtataan itu menyesalkan sejumlah orang yang diduga  telah melakukan fitnah kepada MPAL Kabupaten Pesawaran tanpa melihat dasar-dasar tuduhan.

 

“Untuk menjaga marwah lembaga dan menjawab pertanyaan para penyimbang adat yang ada di dalam kepengurusan MPAL Pesawaran, kami sebagai pengurus memiliki kewajiban meluruskan info sesat yang beredar,” tegas dia.

 

Ia menilai pihak-pihak yang diduga telah memfitnah lembaga adat itu dan telah membuat marah para penyimbang adat harus menerima konsekuensi baik hukum maupun sosial.

 

“Yang jadi masalah mereka tidak tabayun, ini bukan ciri orang Lampung karena orang Lampung memiliki ciri musyawarah dan mufakat, bukan asal cuap-cuap di media tanpa dasar yang jelas,” tukasnya.

 

Kekisruhan tersebut memantik perasaan salah satu tokoh adat Lampung di Bumi Andan Jejama yakni Erland Syofandi dengan gelar Suttan Penatih. Ia mengaku prihatin dengan hal tersebut.

 

“Sebagai bagian masyarakat adat,kami sangat prihatin dan menyayangkan hal yang semestinya tidak harus terjadi. Banyak cara yang bisa dilakukan manakala terjadi kesalahpahaman,tidak harus dibawa keluar dalam penyelesaiannya,” kata dia.

 

Ia juga menegaskan, apa yang terjadi hanyalah dinamika semata dan tidak berdampak pada situasi dan kondisi politik menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkada 2024.

 

“Ya ini dinamika saja, kami berkeyakinan semua bisa diselesaikan dengan baik tanpa harus ada yang dipojokan. Karena jelas,setiap perilaku kita memiliki konsekuensi nyata,” tegas dia.

 

Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu sejumlah warga menyoal legalitas keberadaan MPAL Kabupaten Pesawaran. Namun, hal tersebut dapat dibantah oleh pengurus MPAL Kabupaten Pesawaran dengan narasi sejuk dan santai.

 

oleh: Sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.