Dituduh Selundupkan Senjata, Pasukan RI Masih Diinterogasi di Sudan

Dituduh Selundupkan Senjata, Pasukan RI Masih Diinterogasi di Sudan

 Pasukan Formed Police Unit (FPU) VIII dari RI hingga saat ini masih tertahan di transit camp di Bandara Al-Fashir, Sudan. Mereka sedang dalam pemeriksaan dan diinterogasi oleh petugas setempat terkait tuduhan menyelundupkan senjata.

“Mereka itu ada dalam satu transit camp yang ada di dalam bandara kemudian mereka ada yang diperiksa dan ada yang diinterogasi,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2017).

Untuk membantu kepulangan mereka, Martinus mengatakan ada instruksi dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk segera mengirimkan personel ke Sudan. Nantinya personel Polri yang akan dikirim melihat proses pemeriksaan terhadap pasukan FPU VIII dan membantu kepulangan mereka.

“Pak Tito menyampaikan segera mengirim personel ke sana untuk membantu baik untuk hukum, maupun memastikan bahwa mereka tidak bersalah dan kemudiam kembali,” jelas Martinus.

Bantah Selundupkan Senjata

Polri membantah anggapan bahwa senjata yang diduga diselundupkan itu merupakan milik pasukan Garuda Bhayangkara II Kontingen FPU VIII. Martinus menjelaskan, pasukan tertahan sejak Minggu (15/1) lalu.

“Tanggal 15 Januari pagi berangkat pasukan dari Garuda Camp tempatnya. Di situ barang dimasukkan semua, sudah ada pemeriksaan di sana. Masuklah barang-barang mereka ke dalam dua kontainer. Sebanyak 40 orang mengawal kontainer itu (anggota FPU) sampai di bandara 3 jam berikutnya, 40 orang ini membantu menurunkan barang,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (23/1).

Saat di Bandara Al-Fashir, lanjutnya, sekitar 10 meter dari tumpukan barang milik pasukan Indonesia, ada barang lain yang warnanya berbeda dengan barang milik Indonesia serta tidak ada label Indonesia.

“Sekitar 10 meter dari tumpukan, ada tumpukan lain yang kemudian orang Sudan (polisi Sudan) nanya, ‘Ini Indonesia punya?’ Dijawab ‘bukan’, sampai tiga kali bertanya ya,” sambung Martinus.

Kemudian, ada WN Sudan yang memasukkan barang itu ke pemeriksaan sinar-X. Lalu, petugas melihat ada tumpukan senjata di kontainer itu.

“Tiba-tiba satu orang memanggil temannya dan memasukkan tumpukan itu ke X-ray, ketemulah senjata itu, kemudian ada tuduhan kepada FPU VIII ingin menyelundupkan senjata,” lanjutnya.

“Dipastikan itu bukan berasal dari pasukan Indonesia menurut Komandan Satgas FPU VIII,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *