DM Jangan Sampai Jadi Momok Ditengah Masyarakat

P E S A W A R A N -(PeNa), Keyakinan atas iman kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi dasar untuk tidak khawatir dengan penyakit apapun yang ada. Ikhtiarnya, tetap harus melakukan upaya mencegah dan bertindak melalui keilmuan medis.

 

Demikian dikemukakan Kepala Desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan M.Tohir ketika menerima Tim Penyuluh tentang Diabetes Melitus (DM) dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Tanjung Karang di desanya, Rabu (24/07/2024).

 

“Hampir rata rata warga yang berusia diatas lima puluh tahun ketika dilakukan tes kesehatan terdapat sejumlah penyakit. Namun, saya tekankan bahwa semua penyakit merupakan ketentuan Allah sehingga tidak perlu menjadi momok,” kata dia.

 

Ia juga menegaskan, bahwa semua penyakit yang dapat menyembuhkan hanya sang Kholik. Untuk itu, manusia hanya dapat melakukan upaya sesuai dengan keilmuan medis maupun lainnya.

 

“Saya juga menghimbau kepada warga agar tidak takut ketika hasil tes menyatakan beberapa penyakit, ikuti apa yang menjadi anjuran medis dan tetap jaga pola hidup sehat. Karena Allahlah yang bisa  menyembuhkan, manusia hanya perantara saja,” tegas dia.

 

Untuk diketahui, Politeknik Kesehatan Negeri  Kemenkes Tanjungkarang memeriksa dan memberikan penyuluhan kepada puluhan penderita dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi di Desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.

 

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Madepan Mulia mengatakan, peserta yang mengikuti pemeriksaan DM hari ini sebanyak kurang lebih 40 orang.

 

“Sebanyak 40 orang tersebut, terdata sebagai penderita DM dan juga Hipertensi yang perlunya dilakukan pemeriksaan secara bertahap dan rutin. Apalagi diantara puluhan orang penderita tersebut merupakan berusia lanjut atau diatas lima puluh tahun baik pria dan wanita,” kata dia.

 

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan tersebut meliputi, pengecekan tinggi badan (TB), berat badan (BB), tekanan darah (TD), dan cek gula darah.

 

“Setelah diperiksa kondisinya, kami berikan pemaparan, agar penderita bisa selalu awas terhadap penyakit ini dan juga mengatur pola hidupnya,” ujar dia.

 

Dijelaskan, pemeriksaan yang dilakukan oleh tim yang meliputi mahasiswa prodi D III Keperawatan Poltekkes Kotabumi, bertujuan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang mengidap penyakit khususnya DM dan hipertensi.

 

“Kita juga memberikan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat, keluarga dan kader Kelompok Dukung Pengendali PTM desa (Poli PTM) Desa Kebagusan, serta memberikan keterampilan dalam pengendaliannya,” jelas dia.

 

Dalam kegiatan tersebut, Tim yang dimaksud meminta kepada masyarakat Desa Kebagusan dan terkhusus Pesawaran yang telah terdiagnosis DM untuk memperhatikan beberapa hal penting dalam menjaga kesehatan.

 

“Diantaranya, mengikuti edukasi tentang DM di Posbindu PTM, puskesmas atau rumah sakit, mengatur pola makan sesuai dengan diet DM, beraktifitas fisik secara teratur dan dengan prinsip BBTT (Baik, Benar, Terukur, dan Teratur) seperti jogging, senam, bersepeda, dan berenang,” pungkasnya.

 

oleh: Sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *