BANDARLAMPUNG – (PeNa), Di bawah terik matahari, sudut jalan di Sukarame ramai oleh orang-orang yang berkumpul. Di sana, Bu Ros, penjual es dugan atau kelapa muda, melayani pembeli dengan senyum hangat.
Dengan cekatan, ia membelah kelapa, menuangkan air segarnya, dan menambahkan es batu untuk menyajikan minuman yang menyegarkan.
Es Dugan Segar dengan Bahan Alami Tanpa Pemanis Buatan
Bu Ros telah berjualan es dugan lebih dari tujuh tahun. Setiap hari, sejak pagi hingga sore, ia menjual 150 hingga 190 gelas. “Es dugan ini cocok untuk yang haus atau sekadar ingin minum segar-segar,” ucapnya (1 November 2024). “Cabang di dekat Darmajaya itu dikelola anak saya yang baru lulus kuliah,” tambahnya.
Annisa Rawati, seorang mahasiswa, menyebutkan keunikan rasa es dugan Bu Ros. “Selain harganya terjangkau, es dugan ini punya rasa khas dibanding es dugan lain. Hampir setiap hari saya beli,” ujarnya.
Dengan harga ramah kantong, es dugan Bu Ros menarik berbagai kalangan, dari pekerja kantoran hingga pelajar. Para pelanggan menyukai kesegaran asli es dugan ini, yang Bu Ros pastikan dengan memilih kelapa muda langsung dari petani lokal.
“Alhamdulillah, banyak yang suka. Usaha ini juga membantu saya dan keluarga,” kata Bu Ros sambil tersenyum. Es dugannya tetap populer sebagai minuman tradisional yang sehat dan alami.
Pedagang seperti Bu Ros memastikan masyarakat dapat menikmati minuman sehat dan segar di tengah cuaca panas, terutama di kota-kota besar seperti Bandar Lampung. (Annisa/Beti)






