LAMPUNG SELATAN – (PeNa), Sekar Septiana Sari, 25 tahun, asal Karang Anyar, Jatiagung, Lampung Selatan, bertekad melanjutkan usaha tempe keluarganya.
Sejak Januari 2021, Sekar mengambil alih usaha yang diwariskan ayahnya yang sakit. Tantangan pasca-pandemi tidak mematahkan semangatnya untuk terus maju.
Menghadapi Tantangan Kualitas dan Persaingan Pasar
Saat diwawancarai, Sekar mengungkapkan bahwa meyakinkan pelanggan akan kualitas tempe adalah tantangan utama. “Banyak yang berpikir semua tempe sama, tapi kualitas tempe itu unik. Rasanya tergantung siapa yang membuatnya,” ujarnya, Jum’at (01/11/2024).
Selain menjaga kualitas, Sekar memiliki visi besar untuk “Tempe Sekar.” Ia bermimpi agar produknya dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan diekspor.
“Saya ingin tempe ini punya label sendiri, masuk minimarket, dan diekspor. Saya juga berencana membuat olahan seperti keripik tempe,” jelasnya.
Setiap pagi, Sekar mulai bekerja pukul 04.00 untuk mempersiapkan dagangan dan berangkat ke pasar sekitar pukul 04.50.
“Biasanya pukul 08.00 tempe sudah habis terjual, lalu saya lanjut ke kampus,” katanya. Pengalaman berdagang sejak SMP membantu Sekar mengasah keterampilannya dalam bisnis ini.
Mimpi Membangun “Rumah Tempe” dan Memberdayakan Komunitas
Motivasi utama Sekar adalah fleksibilitas waktu berdagang, yang memungkinkan ia menyeimbangkan antara pekerjaan dan kuliah.
“Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Saya memulai dari kecil, pernah jualan sayur, buah, hingga cendol dawet,” ungkapnya.
Pendapatan usaha tempe ini menurun sejak pandemi. Dahulu, usaha ini menghasilkan 30-40 juta rupiah per bulan.
Namun kini, Sekar hanya mendapatkan sekitar 15 juta per bulan. Meskipun demikian, ia tetap optimis dan berusaha menghidupkan kembali bisnisnya.
Kini Sekar hanya dibantu oleh satu karyawan, Tri, yang merupakan ibu dari dua anak.
“Kami berusaha memberi upah yang layak,” kata Sekar. Di tengah tantangan ekonomi, Sekar Septiana tetap bersemangat memperjuangkan “Tempe Sekar” agar dapat memberdayakan komunitas di sekitarnya. (Wina/Ina)






