Gila Jabatan, Arinal Sembah Kuburan

Bandar Lampung (PeNa)-Ziarah makam yang dilakukan bakal calon Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi di salah satu makam menuai kritik netizen, pasalnya tampak dalam fhoto yang diunggah akun facebook Lou chin Lung, tampak Ketua DPD I Golkar itu usai berdoa langsung bersujud menyembah nisan dengan mencium tanah.

Alhasil ragam komentar negatif netizen bermunculan bahkan salah satu warga net dengan Akun Facebook Rana Sari Wati menilai mantan Sekretaris Daerah  Provinsi yang juga sebagai terduga kasus dugaan penyimpangan anggaran Pemprov Lampung telah gagal paham dengan meminta sesuatu kepada kuburan.

“ Mohon doa kok sama kuburan, hanya Allah yg akan mengatur mengabulkan doa kita bukan kuburan, gagal paham nih orang,”tulis Ratna berkomentar,Senin (6/11).

Senada dengannya, bahkan Akun Iberahim Bastari menilai Arinal dihinggapi nafsu kekuasaan yang sudah menutupi hati nuraninya maka segala dihalakan.

“Ckckckc. jika nafsu kekuasaan sudah merasuki hati maka segala cara dianggap dapat menjadikan memenuhi nafsunya kecuali keimanan  dan ketakwaan msh menjadi kontrol hati,”.

Bukan hanya dihinggapi nafsu kekuasaan, salah satu akun sama sekali tidak menyangka dengan latar belakang pendidikan Ketua DPD I Golkar Lampung itu serta sejumlah jabatan strategis di birokrasi jusru melakukan tindakan yang menabrak logika.

´ Waduh, ternyata orang yang terlihat terpelajar itu kadang gak bisa mengelola isi kepalanya ya om, doa itu langsung ke Gusti Allah SWT bukan ke orang yg sudah meninggal itu namanya musrik.”tulis Dhidy Deltanov .

Kendati demikian banyak netizen yang mengeluarkan komentar miring,beberapa warga net yang juga tidak sependapat dengan apa yang dilakukan Arinal mengomentarinya lebih bijak dan juga menerangkan adab berdoa dan berziarah.

Menurut Bambang Handoko, membaca Alquran di kuburan tidak diwajibkan di dalam Islam dan wajib untuk di hindari

“Membaca Al Quran di kuburan tidak ada tuntunannya, sehingga wajib untuk dihindari, sebagaimana sabda Nabi SAW, “jadikanlah shalat kalian dirumah kalian dan jangan jadikan rumah tersebut seperti kubur”, masa sekarang justru dibalik..rumah tinggal nyaris seperti kuburan karena tidak ada lantunan ayat suci Al Quran di dalamnya,di kuburan justru orang  berlomba untuk datang dan melakukan hal2 layaknya ibdah padahal esensi dari ziarah kubur hanya untuk mengingat MATI,”kata Bambang Handoko Tsa .

Sependapat dengannya, Muhammad Fahri  menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW saja melarang kuburannya dijadikan sesembahan

 

“Kita sebaiknya berdoa kepada Allah, jangan lewat perantara. Apalagi sampai-sampai  sujud di hadapan kuburan. Rasulullah sendiri melarang, kuburan beliau dijadikan sesembahan. Ziarah kubur itu dianjurkan untuk ummat Islam agar selalu mengingat akhirat dan kematian yang pasti datang. Mudah-mudahan ini menjadi iktibar untuk kita semua, agar sama-sama  memperbaiki diri dan menganjurkan yang lainnya kembali kepada Allah sesuai dengan ajaran Rasullullah serta sahabatnya,” kata Muhammad Fahri.(BG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *