PeNa– Jelang pilkada serentak tahun 2024, peta politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung masih sangat dinamis.
Pasalnya, jelang pendaftaran Gubernur Lampung tinggal hitungan hari. Koalisi partai politik belum juga terbentuk secara sah. Meskipun sudah mengerucut pada tiga nama calon gubernur, Rahmad Mirza Djausal (RMD), Herman HN, dan Arinal Djunaidi.
Sedangkan mantan bupati Tulang Bawang barat, Umar Ahmad (UA) belakangan ini mulai santer menjadi bakal calon wakil gubernur. Karena mendapat surat perintah tugas dari DPP untuk menjadi wakil gubernur.
Meskipun ketiganya merupakan ketua partai politik. Masyarakat Lampung tentu tidak asing lagi dengan nama Herman HN. Karena nama dan fotonya sudah dua kali tercantum di surat suara Pilgub Lampung. Sebab Herman HN sudah dua kali mengikuti kontestasi pilgub Lampung.
Teranyar, bedasarkan bocoran hasil survey nasional. Seperti yang dilansir dari media helloindonesia, elektabilitas Herman HN masih paling tinggi, yakni 34 persen. Untuk angka swing voter elektabilitas partai, Herman HN lebih tinggi lagi, yakni 68,10 persen. Di dua Pilgub Lampung sebelummya, elektabilitas Herman HN juga paling moncer.
Pada Pilkada 2014 Herman HN mendapat 1.342.763 suara, setara dengan 33,12%. Herman HN- Zainudin kalah dengan Ridho-Bakhtiar yang memperoleh 44,96% atau 1.816.533 suara.
Sedangkan pada Pilgub 2018, Herman HN-Sutono meraih suara 1.054.646, atau memperoleh 25,73% tetap di juara kedua, kalah dengan Arinal-Chusnunia yang mendapat 1.548.506 suara, setara dengan 37,78%.
Yang menarik. Pasangan Herman HN-Sutono unggul tipis dibanding incumbent, Ridho-Bakhtiar, pasangan yang mengalahkannya pada Pilgub 2014. Kita ketahui, Ridho-Bakhtiar mendapat suara 25,46% atau 1.043.666.
Namun, berbasis hasil Pilgub 2018 itu, jika ditarik dalam konvergensi parpol pengusung calon, ada 4 pasang calon dan Herman HN-Sutono ketika itu, hanya diusung PDI Perjuangan. Satu parpol. Mampu jadi juara kedua. Di sini, ada pasangan Mustafa-Ahmad Jajuli, diusung NasDem, PKS, dan Hanura. Mustafa-Ahmad Jajuli memperoleh 11,04% atau 452.454 suara. Padahal, kita ketahui, pasangan ini nyaris tidak ikut kampanye sebab, Mustafa ditangkap KPK. Artinya, jika NasDem pada Pilgub 2018 ikut mengusung Herman HN, menilik hasil suara partai itu di Pileg 2019, jelas mampu memenangkan Pilgub Lampung.
Akdemisi Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Candrawansah menyebutkan memang ketokohan Herman HN tidak bisa diragukan lagi. Dua kali mengikuti Pilgub Lampung jadi modal Herman besar herman HN.
“Tentunya masyarakat Lampung tak asing lagi dengan, Nama dan fotonya. Sudah dua kali tercantum di surat suara Pilgub Lampung. Sama halnya dengan pilpres kemarin. Nama dan foto Prabowo sudah sering muncul di surat suara. Ada kesamaan memiliki pendukung setia,” kata pengamat politik Lampung ini, Rabu, (31/7/2024).
Meskipun begitu, lanjut ketua bawaslu Bandarlampung priode 2018-2023, Herman HN harus mencari wakil gubernur yang dapat mendulang elektabilitas. Memiliki basis masa yang kuat.
“Popularitas sudah tinggi ditambah wakil yang dapat mendulang elektabilitas di dalam kampanye nantinya. Dengan menggerakan struktur partai secara masif, dan memiliki basis masa yang besar di daerah luar Bandar Lampung,” kata dia. (bwo)






