Jalan Dibongkar PDAM, Tak Kunjung Diperbaiki! Warga Rajabasa Tanam Pohon di Tengah Jalan: “Lapor Bu Wali Kota!”

Jalan H. Komarudin, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG  (PeNa)– Kesabaran warga Jalan H. Komarudin, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung tampaknya mulai habis. Jalan yang sebelumnya menjadi akses vital masyarakat kini berubah bak kubangan berlubang usai dibongkar untuk proyek saluran air milik PDAM Rajabasa. Ironisnya, setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan disebut justru dibiarkan rusak tanpa perbaikan maksimal.

Sebagai bentuk protes sekaligus upaya mencegah kecelakaan, warga nekat memasang kayu penanda hingga menanam pohon di tengah bekas galian jalan. Aksi itu dilakukan agar pengendara, khususnya roda dua, tidak terjebak lubang dan genangan air yang membahayakan keselamatan.

Pantauan di lokasi, Rabu (19/5/2026), kerusakan tampak membentang di sejumlah titik badan jalan. Permukaan jalan terlihat amblas, dipenuhi lumpur dan genangan air keruh. Bekas galian proyek saluran air hanya ditimbun seadanya tanpa pengaspalan maupun pengecoran ulang secara menyeluruh. Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan melambat dan memicu kemacetan saat jam sibuk pagi maupun sore hari.

Persoalan jalan rusak akibat proyek galian pipa PDAM sebenarnya bukan kali pertama terjadi di Bandar Lampung. Sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah sebelumnya juga sempat dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan serupa pasca proyek pemasangan jaringan pipa air bersih. Pada 2020 lalu, warga di Jalan Dipangga, Rajabasa Pemuka mengeluhkan bekas galian pipa PDAM Way Rilau yang tidak diaspal kembali sehingga jalan menjadi bergelombang dan berlumpur saat hujan.

Tak hanya itu, pada 2023 kerusakan akibat bekas galian pipa juga terjadi di Jalan Bumi Manti II arah Universitas Lampung. Warga menyebut kerusakan jalan membelah badan jalan dan membahayakan pengendara karena tak kunjung diperbaiki selama berbulan-bulan. Sementara pada 2025, warga Way Dadi Baru, Sukarame kembali mengeluhkan proyek jaringan pipa PDAM yang menyebabkan jalan rusak, genangan air, hingga lubang bekas galian yang dibiarkan terbuka.

Martin (35), salah satu warga yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut mengaku sangat kecewa. Ia menyebut kerusakan ini terjadi sejak jalan dibongkar untuk keperluan proyek saluran air PDAM Rajabasa, namun hingga kini tidak ada upaya perbaikan sempurna.

“Seharusnya setelah dibongkar dan selesai pekerjaan, jalan diperbaiki kembali dengan baik, jangan dibiarkan rusak begini terus. Karena sudah terlalu lama dibiarkan, warga pun kesal dan terpaksa pasang kayu sampai tanam pohon supaya pengendara tidak celaka. Belum lagi sering terjadi kemacetan, apalagi jam sibuk,” ujar Martin.

Keluhan serupa disampaikan Apriyanto (38), warga sekitar yang menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan proyek utilitas di lapangan. Menurutnya, keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas utama setelah proyek selesai dikerjakan.

“Kami sangat kecewa. Jalan dibongkar untuk pemasangan saluran milik PDAM, tapi setelah selesai dibiarkan rusak begini saja. Kami berharap Ibu Walikota Eva Dwiana segera menegur keras pihak PDAM Rajabasa agar segera bertanggung jawab memperbaiki jalan kembali seperti semula. Ini demi keselamatan semua warga yang melintas,” tegasnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memanggil pihak terkait agar perbaikan jalan dilakukan secepatnya. Sebab jika terus dibiarkan, kondisi jalan rusak tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas hingga memperparah kemacetan di kawasan Rajabasa yang dikenal padat aktivitas kendaraan setiap harinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *