BANDARLAMPUNG – (PeNa) Pemprov Lampung memastikan pembangunan jembatan Kali Pasir di Sungai Batanghari, penghubung Desa Kali Pasir–Tanjung Tirto, Way Bungur, Lampung Timur, segera direalisasikan.
Pembangunan dilakukan sebagai solusi darurat akses pendidikan, menyusul puluhan pelajar masih menyeberangi sungai menggunakan rakit demi berangkat dan pulang sekolah setiap hari.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung, M Taufiqullah, menyebut pembangunan jembatan darurat dikoordinasikan bersama Pangdam XXII/Radin Inten sebagai penanganan cepat.
Menurut Taufiqullah, keterlibatan TNI diperlukan karena kondisi lokasi berisiko tinggi, medan sulit, serta membutuhkan respons lapangan cepat dan terukur.
“Alhamdulillah saat ini sudah diprioritaskan lewat jembatan merah putih. Pak Gub langsung yang meminta ke Pangdam,” kata Taufiqullah, Selasa (2/2/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran besar dan tak bisa dilakukan parsial karena standar keselamatan harus dipenuhi menyeluruh.
Jembatan Permanen Butuh Rp70 Miliar
Total biaya diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan memenuhi spesifikasi teknis dan aman dilintasi masyarakat serta pelajar di wilayah tersebut.
Pemkab Lampung Timur telah menghitung kebutuhan anggaran, namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek ini belum mampu ditangani secara mandiri.
“Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menyambung akses pendidikan bagi sekitar 90 pelajar di sana,” tambahnya.
Taufiqullah menyebut kondisi tersebut menggugah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat.
Sejak awal menjabat, Pemprov Lampung mengirim surat ke pemerintah pusat agar penanganan jembatan mendapat dukungan anggaran dan teknis.
Menindaklanjuti permohonan itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional melakukan survei teknis untuk menilai kelayakan struktur jembatan di lokasi.
Hasil survei menyimpulkan jembatan tak memungkinkan diperbaiki sebagian karena risiko longsor dan faktor keselamatan dinilai tinggi.
Rekomendasi teknis menyarankan pembangunan ulang dari awal agar struktur jembatan memenuhi standar keamanan jangka panjang.
“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak Gub sejak ia menjabat. Alhamdulillah jembatan merah putih ini akan jadi solusi. Semester pertama 2026 ini selesai,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses pembangunan yang tengah berjalan sesuai tahapan teknis dan birokrasi pemerintah.
“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada proses birokrasi yang harus dilalui,” tutupnya.






