Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan Oleh Ketua DPC Gerindta Pesawaran Minta Perlindungan Hukum

BANDARLAMPUNG (PeNa) – Orang tua korban penganiayaan yang dilakukan Ketua DPC Partai Gerindra Pesawaran, Achmad Rico Julian menceritakan apa yang dialami oleh anaknya, dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu, 17 September 2023 dini hari.

“Pastinya kita tidak terima dalam masalah ini, jadi kita minta perlindungan hukum dan kita minta ditegakkan hukum sebagaimana mestinya, kesalahan orang yang bersangkutan dengan kita. Jadi, kita mohon menindaklanjuti masalah ini, karena anak-anak dan teman-temannya mereka berlima ini tidak bersalah,” ungkap Mawardi Sapri orang tua dari Yasir (18) saat diwawancarai, Selasa (26/9/2023).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Mawardi Sapri menjelaskan apa yang menjadi ketidakterimaan dirinya. Pasalnya, dari lima orang korban, empat diantaranya diduga mengalami penganiayaan pada peristiwa tersebut.

“Jadi anak-anak mau ke rumah temannya, mau nagih utang karena kehabisan bensin. Terus mau pulang ke Panjang. Nah, sambil menunggu mereka bermain bowling bambu itu di lapangan, terus tiba-tiba ditarik. Anak-anak itu enggak tau ditarik kenapa,” jelasnya.

Kemudian disampaikannya, setelah ditarik itu anak-anak tersebut dibawa ke rumah Rico itu, ditanyain, diinterogasi dan diduga terjadi penganiyaan.

“Dipukul sama pistol, ditembak ke atas dua kali gitu ya kan. Mobil anak saya diperiksa. Mereka, nyeritain semua yang dialami, itu cerita anak-anak ini yang sebenarnya,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan, Ramayana selaku Ibu dari Desi Masari (18), ia menerangkan bahwa lapangan itu memang sering dipakai anak-anak untuk bermain.

“Iya anak-anak sering main disitu, bahkan pohon kelapanya juga sering dipanjat,” paparnya.

Ramayana menambahkan,akan menyurati Komnas Perlindungan Anak, jika tidak ada penyelesaian hukum atas kasus penganiayaan ini.

“Ini ada anak di bawah umur, mereka ini enggak salah. Sudah pasti kita akan minta perlindungan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, terkait ada temuan yang diduga senjata tajam (Sajam) diterangkan Oka Ernandha (21) bahwa tidak ada sajam yang dibawa.

“Itu bambu. Jadi bambu itu kita gunain buat maen bowling bambu itu. Jadi bukan parang (Senjata Tajam). Saya itu, ditanya dituduh maling. Sampe-sampe itu kayak ditodong senjata gitu, deket banget jaraknya sama (sambil menunjukkan kening),” terangnya.

Disinggung, soal adanya tembakan yang diletuskan ke atas, Oka membenarkan hal tersebut.

“Iya 2 kali, sampai kuping saya berdesing. Terus saya denger suara klinting, pas senjata itu meletus ke atas. Saya kaget, syok dan takut,” pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Ketua DPC Gerindra Pesawaran, Lampung Ahmad Rico Julian diduga melakukan tindak kekerasan terhadap anak-anak muda di Tirtayasa, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi,Kota Bandar Lampung.

Tindak kekerasan yang dilakukan pimpinan Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran itu diduga menggunakan senjata api (senpi) miliknya. Korban yang mendapatkan kekerasan itu ada empat pria yakni Yasir (17), M. Basirul (17), Leonardo (15), Oka Ernandha (21), dan satu wanita bernama Desi Masari

Kasus ini kini masih dalam penangan Satreskrim Polresta BandarLampung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *