KKN Mahasiswa Unila: Sosialisasi Inovatif Sampah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Bandar Lampung – (PeNa), Mahasiswa Universitas Lampung yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, menggelar sosialisasi tentang Pengolahan Sampah Organik Menjadi Produk Penunjang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Pada tanggal 23 Januari 2024 lalu.

Narasumber pada acara ini adalah Syaiful Bahri, S.Si., M.Si, Dr. Yuli Ambarwati, S.Si., M.Si, serta Devi Nur Anisa, S.Pd., M.Sc, dosen dari Jurusan Kimia Universitas Lampung.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, kepala desa Hanura, Rio Remota, beserta stafnya, menyambut baik kegiatan ini.

Syaiful Bahri menjelaskan, “Sampah organik diolah menjadi cairan lindi, yang dapat menjadi produk penunjang pertanian, peternakan, dan perikanan. Hasil penelitian kami di Universitas Lampung menghasilkan 14 produk dari cairan lindi, seperti pupuk organik cair, pestisida alami, dan pakan ternak dari serasah sampah organik.”

Proses pembuatan produk ini cepat dan tidak memerlukan waktu lama tanpa fermentasi. Cairan lindi dicampur dengan cairan biang yang terbuat dari rempah dan bumbu dapur. Yuli Ambarwati menekankan, “Cairan lindi harus murni dari sampah organik, tanpa tambahan air.”

Pasar Hanura, dengan potensi sampah organik yang melimpah, diharapkan dapat mengurangi penggunaan produk kimia sintetis dalam pertanian. Masyarakat yang berkebun dan berladang di dusun-dusun sekitar mendukung upaya ini. Syaiful Bahri menambahkan, “Penggunaan produk kimia sintetis dapat merusak kesuburan tanah.”

Antusiasme peserta sosialisasi tercermin dalam pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap upaya pengolahan sampah organik untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Desa Hanura.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *