Komisi IV DPRD Lampung Sidak Proyek “Basah” Jokowi

BANDARLAMPUNG(PeNa) – Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) proyek “basah” Saluran Penyedia Air Minum (SPAM) milik nasional, di Provinsi Lampung, selasa (3/3/2020).

Dikomandoi Sekretaris Komisi IV Kostiana (PDIP) dan Wakil Ketua Iswan H Caya (PAN), dan para Anggota Komisi IV DPRD Lampung yang terdiri dari Ni Ketut Dewi Nadi (PDIP), Nurul Ichwan (PDIP), Budiman AS (Demokrat), Midi Ismanto (Demokrat), Soni Setiawan (PKB), dan Azwar Yakub (Golkar), sidak yang dimulai dari pengerjaan Proyek SPAM di depan Bundaran Rajabasa, Bandarlampung.

Bacaan Lainnya

Dalam sidak ini, rombongan DPRD meninjau tiga titik lubang proyek pengerjaan SPAM di sepanjang jalan lintas Sumatera, yang belum selesai pekerjaanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung Iswan H Caya mengatakan, tinjauan ini bertujuan untuk pengecekan langsung pengerjaan proyek SPAM dari Hajimena sampai Bandara Raden intan II, ditargetkan selesai bulan Maret ini.

“Tiga titik yang kita tinjau hari ini, masuk dalam tahaap penyelsaian akhir.  Pekerjaan ini sendiri selesai bulan Maret ini, dapat selesai dengan baik dan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari terutama dengan kualitas jalan,” kata politisi Partai PAN ini.

Dalam peninjauan tersebut, dia meminta pihak pemborong melakukan penimbunan jalan dengan baik, agar jalan bekas galian pipa SPAM tidak amblas, hingga menimbulkan korban pengguna jalan.

“Keselamatan para pengendara juga harus difikirkan, jangan sampai proyek ini membahayakan. Maka, kami meninjau langsung pengerjaan proyek ini. Nantinya tinjauan ini akan kami buat rekomendasi untuk disampaikan ke pimpinan,” kata dia.

Sementara itu menambahkan, politikus Demokrat Lampung Budiman AS menambahkan, pihaknya menargetkan proyek pengerjaan tersebut rampung Bulan Maret ini.

“Kita meninjau langsung pengerjaan ini, jangan sampai mengganggu pengguna jalan. Sebelumnya, kita menargetkan pengerjaan ini di Bulan Maret,” ucap dia.

Dalam keterangannya, Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Kostiana menyebut, proyek SPAM tersebut menghabiskan anggaran pusat sebesar Rp1,2 Triliun. “Tujuan kami melakukan sidak pada hari ini untuk memantau pengerjaan proyek ini. Sampai dimana pengerjaannya,” ujar Kostiana.

Sementara, Proyek Manager Bangun Cipta Contraction, Rify M Nur Rifky menyebut, pengerjaan proyek akan segera rampung, karena saat ini sudah memasuki 97 persen rampung. “Mudah-mudahan tak lama lagi. Sekitar satu bulan ke depan sudah rampung secara keseluruhan,” kata dia.

Dari pantauan, diketahui pengerjaan proyek SPAM tersebut memakan kedalaman untuk pemasangan pipa besar hanya sedalam tak kurang dari 4 meter, dan pengerjaanmya “memakan” hampir dua pertiga jalan.

oleh: Bowo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *