P E S A W A R A N – (PeNa), Polres dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran gelar sosialisasi Netralitas publikasi oleh media di wilayah hukum Pesawaran dalam rangka mendukung pemilihan umum (pemilu) 2024 yang aman damai dan sejuk, di Aula Sanika Satya Wada Mapolres Pesawaran, Rabu (25/10/2023).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy dan jajaran, Pemda diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan informasi, Statistik dan Persandian (Dikominfotik) Jayadi Yasa, Ketua PWI Kabupaten Pesawaran Ismail dan jajarannya serta ketua lembaga pers lainnya.
“Dalam rangka pemilu, kami sudah berkoordinasi dengan TNI, Dishub, Sat Pol PP dan elemen masyarakat serta media guna melakukan tahapan pemilu yang aman damai dan sejuk,” kata dia.
Menurutnya, kegiatan dilakukan juga sebagai tindakan preventif oleh Polres Pesawaran dengan melibatkan media untuk dapat bersama-sama menekan berita hoaks dan hatespeech atau ujaran kebencian yang dapat memprovokasi dan berpotensi.
“Tolong kalau ada media media yang menyebarkan hatespeech segera dilakukan upaya,karena kegiatan tersebut sangat provokatif dan dapat dipidana dengan undang-undang IT yang ancaman hukumannya diatas lima tahun,” ujar dia.
Ia juga menjelaskan, berita hoaks banyak disebarkan melalui sosial media (medsos) yakni 92,40%. Karenanya perlu dilakukan filterisasi oleh pengguna medsos dalam berinteraksi dan membaca berita di medsos.
“Berita hoaks diciptakan oleh orang pintar tapi jahat dan disebarluaskan oleh orang bodoh yang tidak menyaring sebelum di share dan ini sangat membahayakan, saring sebelum sharing,” jelas dia.
Untuk diketahui, Polres Pesawaran terus melakukan patroli cyber secara masif yang hasilnya akan dikoordinasikan dengan Direktorat Cyber Polda Lampung guna dilakukan penanganan dan didalami. Kemudian, dari Diskominfotik Kabupaten Pesawaran pun melakukan hal yang sama yang hasilnya dikoordinasikan kepada kementerian guna dilakukan tindakan lebih lanjut.
“Untuk tahun ini sudah ada tiga perkara IT telah ditangani Polres Pesawaran yakni tentang ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks. Karenanya kami menghimbau kendalikan jemari untuk tidak asal mencet handphone dan saring sebelum sharing,” tegas dia.

Melengkapinya, Kepala Dikominfotik Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa mengatakan bahwa lebih dari 300an media yang terdiri dari media online, cetak harian, cetak mengguan dan TV lokal nasional serta TV streaming.
“Berita hoaks itu sengaja dibuat untuk disebarluaskan dengan keinginan tertentu dan menjadi gangguan informasi, karenanya saring sebelum sharing,” kata dia.
Gangguan informasi yang dimaksud ada tiga kategori yakni misinformasi, disinformasi dan malinformasi. Dan ada tujuh kategori hoaks yakni konten sindiran biasa disebut gaya parodi atau satir. Lalu ada koneksi yang salah atau false connection, konten menyesatkan atau misleading content, konten yang salah atau false context, konten tiruan atau imposer, konten yang dimanipulasi atau manipulated content dan terakhir konten palsu atau fabricated content.
“Kategori hoaks sesuai dengan First draf ada tujuh, mulai dari konten yang tidak berbahaya yaitu nada satir sampai dengan hoaks yang sangat berbahaya yakni konten palsu atau disebut fabricated content. Jadi masyarakat harus hati-hati ketika membaca atau mendapat informasi, harus dilihat dari siapa nara sumber apakah bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,” tutur dia.
Membiasakan berpikir kritis dengan mengevaluasi informasi dan sumbernya,cari sudut pandang atau alternatif lain, lihat konteks dan cari tahu lebih detail.
“Rasa ingin tahu inilah yang harus dikedepankan guna memahami isi berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya atau fakta,” ujar dia.
“Kita semua memiliki kewajiban untuk mencegah hoaks sehingga tidak terjebak pada perilaku yang justru melanggar aturan dalam hal ini UU IT, karena tindakan tersebut masuk kategori pidana khusus dan ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara,” tegas dia.
Kegiatan tersebut juga dilangsungkan dengan tanya jawab oleh sejumlah wartawan dari PWI Kabupaten Pesawaran terkait berbagai hal tentang hoaks dan patroli cyber yang dilakukan oleh kepolisian maupun Diskominfotik dalam rangka mewujudkan pemilu aman damai dan sejuk.
“Berita hoaks terkait pemilu, bisa kita tangkal dengan mengkonfirmasi kepada pihak terkait yaitu KPU Bawaslu serta partai politik peserta pemilu dan kontestan pemilu sendiri,” kata Ketua PWI Kabupaten Pesawaran Ismail ditengah kegiatan tersebut.
Kegiatan diakhiri dengan deklarasi bersama insan media dalam rangka mendukung pemilu 2024 yang aman damai dan sejuk. Komitmen tersebut dituang dengan menandatangani kesepakatan bersama.
Oleh: Sapto firmansis






