LAMPUNG TENGAH (PeNa) – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto membantah dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan leh KPK. Bantahan tersebut disampaikan Loekman sekitar pukul 05.30 pagi ini setelah santer diisukan melalui media online bahwa dirinya terjaring OTT.
“Saya berada di Jakarta untuk hadiri penghargaan. e government award di Balai Sudirman Jakarta. E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik,” ujarnya melalui via telpon (4/11) .
Loekman menegaskan, isu adanya OTT adalah fitnah menjelang tahun politik 2020 mendatang. “Tujuan nya jelas ingin menjatuhkan nama baik saya. Apapun pasti dilakukan untuk mendegradasi kredibilitas saya,” tegasnya.
Ditambahkan, dirinya memang berada di Jakarta sejak kemarin dalam rangka persiapan penerimaan penghargaan dari pemerintah pusat. “Jadi sekali lagi saya tegaskan, tidak benar kalau saya terjaring OTT. Itu sudah pasti berita bohong.
“Saya berpesan kepada awak media, jangan membuat berita kalau belum tahu kebenarannya. Ada aturan maennya dalan jurnalistik, saya yakin awak media paham itu. Saya berharap menjelang tahun politik ini kita semua mampu mrnjaga stabilitas keamanan sehingga tetap kondusif. Jangan mudah terpecahbelah dengan hoax,” imbuhnya.
Seperti diketahui, isu Loekman terjaring KPK santer merambah dunia media online sejak pukul 23.00. Loekman adalah salah satu bakal calon bupati dari PDIP. Loekman juga merupakan ketua DPC PDIP Lampung Tengah.
Tim
.






