Lomba Tik Tok Di HUT Kabupaten Tanggamus Ke-23 Bukan Budaya Lokal

TANGGAMUS-(PeNa), Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus menuai banyak komentar miring terkait niatan mengadakan lomba tik tok dalam memeriahkan ulang tahun Kabupaten Tanggamus yang ke 23.
Salah satu tokoh adat Marga Buai Benawang Sakti, Pun Alhuda Gelar Suttan Raja Di Lappung menyampaikan protesnya dan meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk dapat memilah dan memilih dalam mengedukasi masyarakat.
“Sebaiknya pihak penyelenggara bijak dalam memilah dan memilih jenis kesenian yang patut di lombakan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Tanggamus, ” kata dia, Sabtu (14/03/2020).
Menurutnya, apa bila mengadakan kegiatan yang mengadopsi budaya asing akan berdampak pada kemerosotan pada generasi muda tentang budaya aslinya.
“Jangan sampai imbasnya membuat para generasi penerus Tanggamus ini justru secara perlahan melupakan musik kebanggaan nenek moyangnya sendiri, ” ujar dia.
Dipaparkan, seyogyanya pihak panitia mengajak tokoh adat dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam berpendapat sehingga dapat mengangkat kearifan lokal sebagi identitasnya.
“Saya secara pribadi dan mewakili masyarakat adat Benawang Sakti,sangat tidak setuju dengan akan di lombakannya budaya lokal dengan jenis musik tik tok yang asing bagi masyarakatnya sendiri, ” paparnya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus mengaku bahwa tik tok merupakan hal yang sedang menjadi tren anak muda.
“Musik tik tok ini sedang banyak penggemarnya, terutama di kalangan anak muda, ” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus Retno.
Oleh: opoy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *