Mendes PDTT Ajak Swasta invest Listrik didesa

Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Sandjojo (tengah), Komite Forum Energizing Indonesia Ichsan (kiri) dan Pengurus ILUNI UI Judianto Hasan menjadi pembicara diskusi tentang pembangunan dan pemberdayaan desa di Jakarta, Rabu (10/5/2017). Forum Energizing Indonesia akan akan membantu elektrifikasi di desa-desa Jawa Barat yang belum teraliri listrik, seperti yang telah dilakukan di Cileungsi dan Belitung.

Jakarta – Persoalan listrik masih menjadi suatu permasalahan yang masih belum tuntas disejumlah daerah. Sedikitnya terdapat belasan ribu desa di Indonesia yang belum teraliri listrik sehingga perlu ada suatu terobosan agar semua desa bisa teraliri listrik.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa permasalahan listrik akan bisa tuntas jika dikerjakan secara keroyokan.

“Kalau hanya menunggu PLN, Sampai lebaran kudapun tidak bakalan tuntas. Tapi, PLN juga gak bisa disalahkan karena tanggung jawabnya itu besar sekali. Sehingga, permasalahan listrik itu mesti dikerjakan secara keroyokan,” kata Eko saat menjadi narasumber dalam acara seminar nasional diskusi bulanan yang digelar oleh Forum Energizing Indonesia Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI di hotel Grand Sahid Jaya Jakarta pada Rabu (10/5) malam

Eko menuturkan, bahwa saat ini telah ada aturan untuk pihak swasta yang ingin berinvestasi untuk pembangunan power plant di desa tanpa bekerjasama dengan PLN dengan kapasitas sebesar 5 megawatt tiap desa.

“Swasta boleh invest hingga 5 MW di desa,” katanya.

lebih anjut Eko menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa saja membantu untuk pembangunan transmisi listrik melalui dana desa agar BUMDes juga memiliki pendapatan.

“Kita udah bikin bisnis model, rata-rata satu desa satu megawatt. entah listrik tenaga surya atau air, nantinya BUMDes yang bikin transmisinya. Untuk awal, kita masuk yang desanya sudah siap untuk bayar listriknya terlebih dahulu,” katanya.

Mengenai harga, Eko mengatakan bahwa untuk permasalahan harga nanti akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat desa.

“Sebenarnya, untuk masalah harga kita belum pikirkan. Yang penting kita bangun aja dulu. apakah nanti bisa di subsidi oleh BUMDes atau bagaimana, yang terpenting kita bangun aja dulu agar desa menjadi terang benderang,” katanya.

sumber beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.